by

Ancaman Teroris di Mali Kemungkinan Tambah Memburuk

Moskow: Ancaman teroris di Mali tetap ada dan mungkin bertambah buruk setlah Perancis mengurangi kehadirannya di negara itu, menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mali Abdoulaye Diop pada hari Kamis (11/11/2021).

“Ancaman [teroris] tetap ada. Saat ini cenderung memburuk mengingat keputusan pemerintah Prancis untuk mengurangi kehadirannya [di negara itu],” katanya.

Lavrov menunjukkan bahwa dengan latar belakang ini, aktivitas teroris di utara negara itu mungkin tumbuh. Dia menunjukkan bahwa Rusia akan terus memberikan bantuan militer ke Mali dalam perjuangan melawan terorisme.

“Kami akan terus memperluas bantuan pemerintah secara menyeluruh kepada angkatan bersenjata Mali dengan menyediakan perangkat keras militer dan dengan melatih perwira Mali di akademi militer Kementerian Pertahanan Rusia,” kata Lavrov, seperti dikutip dari TASS, Jumat (12/11/2021).

Dia mengingatkan bahwa Rusia dan Mali memiliki sejarah panjang kerja sama militer dalam perlawanan terhadap teroris.

“Kami melanjutkan tradisi ini untuk memungkinkan pemerintah Mali secara efektif mengusir ancaman teroris,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *