by

Alat Kesehatan Bermerkuri Masih Ditemukan di Kalteng

Palangka Raya: Pemerintah telah menetapkan sasaran penghapusan air raksa (merkuri) di sektor kesehatan. Alat pengukur tekanan darah, thermometer dan bahan penambal gigi berlubang (amalgam) yang menggunakan merkuri tidak boleh lagi digunakan di fasilitas layanan kesehatan pada akhir 2020.

Namun menurut Pengelola Program Pengamanan Limbah dan Radiasi Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Andi Bagus Wahyudi, kondisi pandemi rupanya menghambat penarikan dan penghapusan Alkes Bermerkuri sampai seratus persen.

“Namun untuk wilayah kalteng kita secara nasional itu ditargetkan 32 persen itu, jadi posisi kita sekarang untuk Kalteng ini di angka 70 persen ke atas,” kata Andi, Kamis (28/10/2021).

“Jadi memang ada beberapa fasyankes yang belum melaporkan. Pelaporan dilakukan secara online,” tambahnya.

Andi menjelaskan, petugas di fasyankes mendata alat kesehatan yang bermerkuri dan melaporkan secara online ke Kemenkes RI.

Pengelola Program Pengamanan Limbah dan Radiasi Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kalteng ini mengatakan pihaknya mewajibkan fasyankes untuk mengamankan atau menyimpan alkes di gudang serta tidak boleh digunakan lagi.

“Hingga saat ini sudah 117 fasilitas layanan kesehatan se-Kalteng yang melaporkan nol alkes bermerkuri dari sebanyak 194 fasyankes yang melapor,” imbuhnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *