by

Akibat Erupsi Semeru, Gubernur Sebut 2.219 Warga Mengungsi

Jakarta – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut, hingga saat ini tercatat sebanyak 2.219 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru. Para pengungsi berada di 12 titik lokasi yang disiapkan.

“Saat ini setidaknya ada 12 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 2.219 jiwa,” tulis Khofifah di akun Instagram pribadinya.

Pemprov Jawa Timur, kata Khofifah, juga masih terus melakukan koordinasi dengan Bupati Lumajang untuk mendirikan dapur umum bagi masyarakat. Selain dengan Bupati, Pemprov juga berkoordinasi dengan BPBD.

“Sesuai koordinasi dengan Bupati Lumajang dapur umum dianjurkan di Pronojiwo khususnya daerah yang dekat dengan Desa Supit Urang yang terdampak paling parah,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Semeru, Minggu, 4 Desember 2022.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunungapi Semeru dari level III (siaga) menjadi level IV (awas).

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci 11 titik pengungsian itu meliputi; 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip.

Kemudian, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo.