Friday, April 16

Akibat Corona, Permintaan BBM Turun Drastis

Jayapura – Wabah virus corona berdampak pada permintaan bahan bakar minyak (BBM). General Manager Marketing Operational Region (MOR) VIII Maluku-Papua Pertamina, Herra Indra Wirawan, menyebutkan permintaan BBM dan LPG (gas alam cair) turun karena pandemi corona, namun hal itu tidak dipersoalkan.

“Secara umum permintaan BBM dan lainnya berkurang di masa ini,” katanya di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (4/3). Sedangkan stok BBM dan LPG untuk di wilayah Pertamina MOR VIII Maluku-Papua tersedia hingga 28 hari ke depan.

“Biasanya cadangan hanya untuk 16 hari. Tapi untuk saat ini stoknya cukup memadai bisa hingga 28 hari ke depan sehingga warga tidak perlu khawatir,” tuturnya tanpa menyebutkan jumlah ketersediaannya.

Akibat permintaan BBM dan LPG menurun, Herra mengakui bahwa secara ekonomi Pertamina pasti merugi. Ia tak tak menjelaskan perkiraan nilai kerugian itu.

“Tapi dalam hal ini, kami tidak bicara soal untung rugi. Kami berpikir dan bertindak lebih luas, bahwa ketersediaan BBM dan LPG, ini sudah kebijakan dari pemerintah pusat bahwa tidak boleh ada kelangkaan,” kilahnya.

Mengenai pendistribusian, Herra mengatakan bahwa tetap berjalan normal. Bahkan Pertamina sudah meminta izin kepada petinggi Polri yang mengatur soal kamtibmas.

“Kami sudah minta izin hingga ke kapolri. Tujuannya agar pendistribusian BBM melalui mobil tangki bisa sampai ke pelosok dan wilayah yang terpapar coid-19 hingga ke pegunungan atau pedalaman,” katanya. (Ant/AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *