by

90 Persen Transmisi Lokal Terdeteksi, Jakarta Hadapi Medan Perang Pertama Lonjakan Kasus Omicron

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pemerintah menyadari bahwa cepat atau lambat kasus Covid-19 di Indonesia akan meningkat. Terlebih ditambah dengan adanya varian Omicron.

Sabtu (15/01) lalu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat adanya penambahan kasus harian sebanyak 1.054 kasus. Padahal, kasus di atas 1.000, sebelumnya terdeteksi pada 11 Oktober 2021 lalu.

Luhut mengatakan, dari kasus tersebut, kasus dari transmisi lokal lebih tinggi dari kasus dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

“Tapi sore ini, Minggu (16/01/2022), hari ini juga menurun kembali dibawah 1000 yaitu 800 sekian. Dari data tersebut, transmisi lokal sudah lebih tinggi dari kasus transmisi yang disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Menko Luhut dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi),Minggu (16/01/2022).

Ia menambahkan, kasus di dominasi dari wilayah Jawa-Bali dan sekitarnya, seperti Jawa Barat dan Banten.

“Hal tersebut didorong wilayah mereka yang masih masuk dalam aglomerasi Jabodetabek,” ujarnya.

Berkaca dari data dan penularan varian Omicron di negara lain, pemerintah memprediksi puncak gelombang varian Omicron di Indonesia terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, angka rawat inap di rumah sakit pasien Covid-19 akibat penularan varian Omicron lebih rendah dibandingkan varian Delta.

Hanya saja, Budi menyebut, hampir 90 persen transmisi lokal kasus Omicron terdeteksi di DKI Jakarta. Oleh karenanya, Ibu Kota harus bersiap menjadi Medan perang pertama dalam menghadapi lonjakan kasus.

“Jadi, kita memang harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi omicron dan kita harus memastikan di kita bisa menangani yang perang menghadapi omicron di DKI Jakarta,” sebutnya.

“Walaupun kita tidak usah panik tapi harus hati-hati dan waspada, prokes di Jakarta harus tingkatkan, penggunaan PeduliLindungi juga harus diperketat testing, tracing dan isolasi terpusatnya harus kembali ditingkatkan,” kata Budi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.