by

4 Korban Kecelakaan Maut Masih dirawat

Jakarta – RS (Rumah Sakit) Permata Cibubur, Kota Bekasi, masih merawat intensif empat korban ‎luka kecelakaan maut Cibubur yang melibatkan truk tangki Pertamina. Keempat korban luka yang masih dirawat adalah Kunto Widyasmoro, Hendri Pangabean, Anisar, dan Sumardi.

Menurut keterangan Manager Marketing and Customer Care RS Permata Cibubur, Rachmi Dewanto, ‎kondisi korban makin membaik. “Kondisi korban saat ini makin membaik, dalam kondisi stabil,” kata Rachmi Dewanto,‎ Selasa (19/7/2022).

Dia mengatakan, keempat korban luka masih dalam observasi rumah sakit dan Pertamina.

Menurutnya, sejak kecelakaan maut tersebut, RS Permata Cibubur telah menerima enam orang korban kecelakaan maut, satu di antaranya korban meninggal dunia.

“Kemarin itu ada 6 korban yang dibawa Rumah Sakit Permata Cibubur, satu meninggal di rumah sakit, satu yang anak kecil kondisi stabil dan hari ini dipulangkan kepada keluarganya,” imbuhnya.

Kebanyakan korban luka mengalami cedera tulang kaki. “Hari ini, ada rencana dua orang yang menjalani tindakan operasi,” katanya.

‎Dia mengatakan, korban mendapat jaminan biaya perobatan dari Jasa Raharja. “Mereka di bawah penjaminan Jasa Raharja, tetapi tidak menutup kemungkinan dari pihak terkait ikut memberi bantuan. Ada juga dari BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Forum Warga Cibubur mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan pengembang Citra Grand Cibubur CBD untuk menutup median jalan dan mencabut lampu merah secara permanen di sekitar lokasi kecelakaan maut truk tangki Pertamina, Jalan Raya Alternatif Transyogi Cibubur.

Apabila tuntutan itu tidak dipenuhi, warga akan memblokade Simpang Citra Grand Cibubur CBD hingga menutup Jalan Transyogi.

“Apabila permintaan kami tidak dipenuhi, besok kami akan menutup Jalan Transyogi di Simpang Citra Grand Cibubur CBD‎. Kami meminta kepada pemerintah, 1×24 jam, lampu merah dan u-turn, harus ditutup total,” kata perwakilan Forum Warga Cibubur, Lisman Hasibuan, Selasa (‎19/7/2022).

Menurutnya, selama lampu merah tidak ada di Simpang Citra Grand Cibubur CBD, selama itu juga belum terjadi kecelakaan maut.

‎”Selama ini, baik-baik saja di jalan itu tetapi setelah ada lampu merah, warga makin was-was terjadi kecelakaan,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, kasus pertama yakni kecelakaan truk tanah di Jalan Alternatif Transyogi Cibubur, arah ke Jakarta, sebelum lampu merah Cibubur CBD. Lalu, kecelakaan beruntun yang menewaskan 10 orang pada Senin, 18 Juli 2022 kemarin.(beritasatu)