379 WNI Masuk Daftar Hitam Pemerintah India, Kenapa?

0
(0)

New Delhi, HN – Kementerian Dalam Negeri India (MHA) merilis sebanyak 960 warga negara asing (WNA) masuk daftar hitam. Ratusan WNA tersebut dinilai telah melanggar norma-norma dan aturan yang berlaku di India dalam menghadiri pertemuan Jamaah Tabligh di Delhi, bulan lalu.

Dilansir The Indian Express, dari jumlah tersebut, warga Negara Indonesia (WNI) menyumbang sepertiganya, 10 persen warga Negara Bangladesh, kemudian diikuti oleh WNA asal Malaysia dan Kirgizstan.

Pertemuan Jamaah Tabligh tersebut diduga menyumbang 400 kasus virus corona di India. Menurut catatan, enam dari WNA yang masuk daftar hitam di antaranya sembilan orang berasal dari Cina. Sebelumnya, MHA mengumumkan bahwa mereka akan membuat daftar hitam untuk lebih dari 360 WNA yang menghadiri pertemuan di Delhi.

MHA juga menegaskan kepada mereka untuk segera pulang ke negara masing-masing sebelum kebijakan lockdown diberlakukan. Dalam semua kasus ini, sumber mengatakan, para WNA tercatat tiba di India dengan visa turis dan kemudian terlibat dalam kegiatan dakwah. Padahal, Pemerintah India hanya mengizinkan pendatang dengan visa di bawah kategori ‘misionaris’ untuk melakukan misi keagamaan.

Menurut MHA, 379 WNI masuk dalam kelompok besar di daftar hitam itu, selanjutnya dengan jumlah banyak berasal dari Bangladesh sebanyak 110 orang, diikuti oleh Kirgizstan sebanyak 77 orang, Malaysia 75 orang, Thailand 65 orang, dan Myanmar 63 orang. Selain negara-negara tersebut, MHA juga menyebut ada 45 negara di Asia lainnya, sisanya dari Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia.

Negara lain yang masuk daftar hitam itu berasal dari Sri Lanka sebanyak 33 orang, Iran 24 orang, Vietnam 12 orang, Filipina 10 orang, Kazakhstan 14 orang, dan Cina 9 orang. Dari Eropa, yaitu berasal dari Inggris sebanyak 9 orang dan Perancis 3 orang.

Kemudian dari negara-negara Afrika, mereka termasuk Tanzania sebanyak 8 orang, Aljazair 7 orang, dan Afrika Selatan 4 orang. Sedangkan terdapat empat warga negara AS, dan tiga dari Trinidad dan Tobago, yang juga dimasukkan dalam daftar hitam.

Sejak pekan pertama Maret, lebih dari 8.000 aktivis Jamaah Tabligh telah berkumpul di Alami Markaz di Nizamuddin untuk sebuah acara keagamaan, termasuk sekitar 2.000 orang asing. Menyusul acara tersebut, sumber mengatakan, lebih dari 800 pergi ke berbagai negara bagian untuk kegiatan dakwah lainnya.

Menurut MHA, pada 21 Maret, lebih dari 1.000 Jamaah Tabligh dari luar negeri berada di berbagai negara bagian India pada 21 Maret, termasuk 216 di Markaz. Setidaknya 125 pergi ke Tamil Nadu diikuti oleh UP ada 132 WNA, di Haryana 115 WNA, di Maharashtra 115 WNA, dan di Telangana sebanyak 82 WNA. (AIJ)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemerintah Pusat Lama, RW-RW di Jakarta Barat Karantina Mandiri

Sat Apr 4 , 2020
0 (0) Jakarta – Korban kasus virus corona baru (Covid-19) terus bertambah. Hari ini, jumlah pasien positif Covid bisa mencapai 2.000 lebih kasus. Namun, kebijakan karantina wilayah oleh Pemerintah Pusat sangat lama. Hingga kini, belum ada juga putusan mengenai kebijakan itu. Karantina mandiri pun jadi solusi. Wali Kota Jakarta Barat […]