Friday, May 7

323.224 Buruh di DKI Kena PHK, Verifikasi Diri Dimulai Hari Ini

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan bagi pekerja terdampak Covid-19 di Jakarta untuk melakukan verifikasi diri guna menerima manfaat program kartu prakerja. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pendataan yang telah dilakukan setiap provinsi di Indonesia terkait pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina itu.

“Pendataan di DKI Jakarta telah mengumpulkan 323.224 pekerja terdampak Covid-19 dari 39.664 perusahaan pada akhir penutupan pendataan, 11 April 2020. Nantinya akan ada pendataan penyempurnaan lagi dari kementerian,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (TKTE) DKI Jakarta, Andri Yansyah, Senin (20/4).

Ia memaparkan, dari total pekerja/buruh yang terdampak, tercatat pekerja yang mengalami PHK ada 30.363 pekerja dari 3.361 perusahaan pada pendataan tahap pertama, ditambah 20.528 pekerja dari 3.421 perusahaan pada tahap kedua. Sementara itu, pekerja yang dirumahkan tapi tidak menerima upah (unpaid leave) di Jakarta tercatat sebanyak 172.222 pekerja dari 16.198 perusahaan pada pendataan tahap pertama, ditambah 100.111 pekerja dari 16.684 perusahaan pada tahap kedua.

“Para pekerja yang terdata mesti melanjutkan langkah dengan verifikasi data diri melalui laman www.prakerja.go.id. Mulai hari ini pukul 10.00 WIB sampai dengan hari Kamis, (23/4) pukul 16.00 WIB,” paparnya.

Semenjak pembukaan gelombang pertama program kartu prakerja yang dimulai pada minggu kedua bulan ini, pemerintah pusat telah memilih 200.000 penerima manfaat program yang diinformasikan melalui pesan singkat. Para penerima manfaat yang telah lolos gelombang pertama sudah bisa memilih pelatihan yang tersedia.

Sisanya, tak perlu mendaftar dari awal atau bisa mengikuti tes lagi, sehingga memiliki kesempatan menjadi 200.000 penerima manfaat program kartu prakerja berikutnya. Peserta yang telah menjadi penerima manfaat, bisa memilih biaya pelatihan secara gratis dengan batas nominal bantuan yang disediakan pemerintah, yakni Rp1 juta.

Peserta akan mendapat insentif sebesar Rp600 ribu selama 4 bulan dan insentif survei kebekerjaan dengan Rp150 ribu setelah lulus pelatihan yang dipilih. Maka dari itu, Andri mengingatkan bagi pegawai/buruh terdampak Covid-19 yang di-PHK atau dirumahkan sehingga tak mendapat gaji, bisa membuka laman prakerja.go.id untuk mulai mengisi langkah administrasi.

Pekerja terdampak Covid-19 perlu mendaftar dan melakukan verifikasi NIK dan email, mengisi data diri, kemudian mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar untuk menjadi penerima manfaat program Kartu Prakerja yang ditargetkan menyasar 5,6 juta pekerja pada tahun ini.

“Apabila bingung dan membutuhkan informasi lebih lanjut atau punya pertanyaan, bisa melihat langsung di www.prakerja.go.id/faq atau instagram resmi prakerja.go.id dan menghubungi nomor layanan masyarakat Kartu Prakerja yang tercantum,” tuturnya.(PS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *