by

Partai Nasdem merespons positif kebijakan pemerintah yang menaikkan cukai rokok

Jakarta: Partai Nasdem merespons positif kebijakan pemerintah yang menaikkan cukai rokok di awal tahun 2022 ini sebesar 12 persen.

“Kami menyambut baik kebijakan kenaikan cukai rokok ini. Secara konkret, besaran cukai memberi dampak atas konsumsi rokok di Indonesia,” tegas Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai NasDem Okky Asokawati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/1/2022).

Okky mengutip data pemerintah yang mengungkapkan bahwa besaran cukai memberi dampak konkret atas jumlah konsumsi rokok di Indonesia.

Sebagai contoh, lanjut dia, tahun 2020 terdapat kenaikan cukai yang memberi dampak penurunan konsumsi rokok sebesar 9.7 persen.

“Kondisinya berbeda saat tahun 2019 dimana tidak terdapat kenaikan cukai yang memberi dampak pada peningkatan konsumsi rokok sebesar 7.4,” tambahnya.

Hanya saja, anggota DPR dua periode ini menyarankan pengendalian konsumsi rokok agar tidak menitikberatkan pada pendekatan ekonomi. Sebab, pendekatan ekonomi hanya akan melahirkan perdebatan soal nilai ekonomi yang juga muncul dari produksi rokok.

“Padahal masalah rokok isunya soal kesehatan. Semahal apapun harga rokok, bagi penyandu rokok tak akan menghentikan konsumsi rokok. Banyak alternatif bagi perokok untuk merokok, termasuk meracik rokok lintingan secara mandiri yang tentu tidak masuk dalam data konsumsi rokok di Indonesia,” ungkap Okky.

Karena itu, Okky menyarankan agar isu pengendalian konsumsi rokok lebih dititikberatkan pada pendekatan kesehatan. Dia meyakini pendekatan kesehatan jauh lebih efektif, khususnya dalam menekan angka perokok baru di kalangan anak-anak dan generasi muda usia 10-18 tahun.

“Kebijakan pengendalian rokok melalui kebijakan pelarangan iklan rokok di ruang publik serta pengaturan penempatan rokok secara bebas bagian dari upaya kampanye tentang bahaya merokok,” imbuh Okky.

Okky menyebut kampanye bahaya rokok dapat dilakukan dengan pendekatan lebih familiar bagi anak-anak dan generasi muda dengan memanfaatkan platform digital.

“Kampanye bahaya rokok harus digencarkan di publik. Lakukan pendekatan melalui konten kreatif dengan menggandeng pegiat digital yang berasal dari kalangan anak muda,” saran Okky. (imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *