Kompetisi Liga 1 dan 2 Tanpa Penonton

0
(0)

Jakarta: Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 (STPC19), Doni Monardo mengatakan, pihaknya mendukung penyelenggaraan kompetisi sepakbola dan bola basket di Tanah Air kembali bergulir.

Rencananya kompetisi sepakbola profesional Liga 1 akan bergulir mulai 1 Oktober 2020 dengan kick-off pertandingan pembuka antara PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya.

“Kompetisi dilakukan tanpa penonton. Ini jadi atensi bagi penyelenggara untuk betul-betul menaati konsensus yang sudah dilakukan,” ujar Doni Monardo dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Penyelenggaraan Olahraga yang Aman Covid-19 via Zoom Meeting pada Kamis (17/9/2020).

Doni Monardo meminta setiap penyelenggara olahraga, untuk menaati konsesus yang sudah disepakati, yakni setiap penyelenggara olahraga diharuskan koordinasi dengan petugas Covid-19 di daerah dan Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan daerah.

Doni meminta agar seluruh peserta kompetisi yang terlibat, mulai pemain, penyelenggara, dan tim official melakulan swab test.

“Kami akan fasilitasi penyelenggaraan swab test,” ungkap Doni.

Dia menambahkan, seluruh peserta yang terlibat yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid agar tidak menghadiri pertandingan secara langsung.

Doni mengimbau kepada seluruh pihak penyelenggara dalam keadaan sehat dan tidak memiliki komorbid. Hal ini penting, mengingat 85-95 persen angka kematian Covid-19 di Indonesia disebabkan karna penyakit bawaan.

“Mereka yang memiliki komorbid sangat tidak dianjurkan untuk mengikuti penyelenggaraan ini. Oleh karenanya protokol kesehatan harus kita perhatikan tidak boleh ada tawar menawar,” tegas Doni.

“Pertandingan olahraga sangat penting tapi kesehatan pemain dan penyelenggara menjadi prioritas kita,” ujarnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali menekankan untuk menjaga kesehatan kepada seluruh yang terlibat dalam kompetisi.

Kompetisi paling penting dalam prestasi dan ini kegiatan yang sangat diminati masyarakat. Namun jangan sampai kegiatan kompetisi ini jadi klaster baru.

“Karena pergerakan ini akan menjadi potensi penularan. Pilihan menempatkan klub luar Pulau Jawa ke Jawa ini sudah sangat baik. Karena transportasi sudah sangat memadai,” ujarnya.

Zainuddin pun ikut menyoroti soal pertandingan tanpa penonton. Baginya, kompetisi tanpa penonton ini merupakan hal baru.

“Biar masyarakat menonton melalui televisi. Ini hal baru tapi ini harus dijalankan untuk mengedepankan kesehatan,” tandasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *