Aset Korupsi Sekretaris MA Nurhadi Terus Didalami

5
(90)

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali informasi atau keterangan saksi-saksi terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) perkara di Mahkamah Agung (MA). Kasus korupsi berupa penerimaan suap dan gratifikasi tersebut diduga melibatkan tersangka Nurhadi (NHD) mantan Sekretaris MA.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidik bertanya kepada saksi bernama Nurfaizah dari unsur pihak swasta. Nufaizah dikonfirmasi KPK terkait kepemilikan mobil milik tersangka Nurhadi.

“Saksi (Nurfaizah) dikonfirmasi KPK terkait dugaan kepemilikan satu (1) unit mobil Toyota Fortuner tersangka NHD, (Nurhadi),” kata Ali Fikri, Kamis (17/9/2020).

Menurut Ali, KPK telah memeriksa tiga orang saksi lainnya, masing-masing dua orang saksi notaris Rismalena dan Herlinawan. Kemudian satu orang saksi bernama Kardi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Mahkamah Agung.

Ali menjelaskan, saksi Rismalena dan saksi Herlinawan dikonfirmasi terkait dengan aset-aset yang dimiliki oleh tersangka Nurhadi yang dinotariskan. Sementara itu, saksi Kardi dikonfirmasi terkait permohonan saksi untuk melakukan peminjaman barang bukti berupa mobil.

Sementara itu dalam kasus ini, penyidik KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka, masing-masing Nurhadi (NHD), Rezky Herbiyono (RHE) yang merupakan menantu Nurhadi dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS).

KPK menetapkan Nurhadi dan Rezky sebagai tersangka katena diduga telah menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp46 miliar. Uang itu diduga merupakan commitment fee pengurusan sejumlah perkara di MA.

Sedangkan Hiendra Soenjoto juga ditetapkan sebagai tersangka pihak pemberi suap atau penyuap. Adapun penerimaan suap tersebut terkait dengan pengurusan perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) kurang lebih Rp14 miliar.

Kemudian perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih Rp33.1 miliar, dan gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan kurang lebih Rp12.9 miliar. Dengan demikian jumlah total uang suap dan gratifikasi yang diduga diterima Nurhadi kurang sekitar Rp46 miliar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 90

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *