Wajib Swab Jakarta-Banjarmasin Ditunda

4
(78)

Banjarmasin: Baru sehari berjalan penerapan kebijkan wajib swab test negatif Covid-19, bagi penumpang udara dari Jakarta yang ingin masuk ke Kota Banjarmasin, di Bandara Syamsudin Noor mendadak ditunda.

Kabar mengejutkan ini, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, saat menjadi Narasumber acara dialog Lintas Pagi Banjarmasin, Rabu (16/7/2020).

“Hari ini kami menerima surat dari Plt Sekdaprov Kppalsel, agar penerapan Wajib Swab itu ditunda dulu,” kata Machli melalui via telpon.

Meski Machli masih belum membeberkan alasan mengapa ditundanya kebijakan dalam upaya mitigasi terhadap penanganan Covid-19 di Banjarmasin tersebut, namun dalam surat Plt Sekdaprov Kalsel dijelaskan penundaan merupakan kesepakatan antara Pemprov Kalsel, Angkasapura 1 serta BPBD Kalsel.

“Jadi Walikota Banjarmasin akhirnya memberi instruksi kepada kami agar menunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tandasnya.

Sementara, kabar penundaan kebijakan wajib swab test negatif Covid-19 ini langsung direspons masyarakat yang mengharapkan tetap berjalan seperti diungkapkan Azhar warga Banjarmasin.

“Sangat disayangkan jika ditunda, penyebaran covid 19 tidak bisa menunggu, semakin cepat upaya antisipasi, semakin baik,” cetusnya melalui sambungan telpon.

Hal yang sama juga dikemukakan ibu kayla warga Banjarbaru, menurutnya wajib Swab test sangat baik karena bukan hanya akan berdampak pada Kota Banjarmasin namun diikuti Kabupaten/Kota se Kalsel.

“Itu kan bagus dan saya pikir akan berdampak baik juga bagi daerah lainnya,”tegasnya.

Sementara diberitakan sebelumnya, pemerintah kota memutuskan melakukan screening dan swab test terhadap setiap penumpang pesawat dari Jakarta di Bandara Syamsudin Noor, dimulai Selasa (15/9/2020).

Khususnya yang akan memasuki Kota Banjarmasin agar memperlihatkan surat hasil swab test yang menyatakan negatif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan kota Banjarmasin Machli Riyadi mengakui hal itu berdasarkan instruksi walikota Banjarmasin karena melihat makin parahnya penularan Covid-19 di Jakarta, bahkan memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

“Sesuai instruksi Walikota Banjarmasin nomor 3 tahun 2020 tentang upaya mitigasi terhadap penanganan Covid-19 di Banjarmasin, kita menyikapi hal tersebut dengan screaning dan Swab lebih awal di bandara, kepada semua pelaku perjalanan dari Jakarta khususnya yang memasuki wilayah Banjarmasin,” terang Machli.

Upaya ini menurutnya untuk meminimalisir resiko sedini mungkin terhadap penambahan kasus di Banjarmasin dan antisipasi adanya lonjakan kasus gelombang kedua.

“Jangan sampai nanti adanya gelombang kedua yang tidak kita sadari, sementara kita tahu bahwa Jakarta sudah menarik remnya terhadap kondisi yang darurat dinyatakan oleh Gubernurnya,” ucap Machli.

Untuk diketahui, instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh warga, pelaku perjalanan yang memasuki wilayah Kota Banjarmasin, instansi pemerintah dan swasta serta seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Setidaknya ada enam poin yang ditekankan dalam instruksi tersebut. Antara lain mensyaratkan membawa hasil uji swab negatif kepada setiap pelaku perjalanan dari Jakarta menuju Banjarmasin.

Jika ternyata dinyatakan positif maka harus masuk ke rumah sehat karantina mandiri yang disediakan oleh pemerintah atau melakukan isolasi mandiri di rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4 / 5. Vote count: 78

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *