IDI Minta Pembentukan Komite Perlindungan Tenaga Medis

5
(170)

Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah membentuk komite perlindungan kesehatan bagi tenaga medis yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.

Hal itu diutarakan Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi yang menilai, pmbentukan komite ini sangat mendesak di tengah kian banyaknya dokter yang gugur akibat menangani pandemi.

“Salah satu upaya konkret yang kita harapkan adalah pemerintah membentuk komite perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan,” kata Adib, Rabu (16/9/2020).

Diketahui, IDI mencatat sudah 115 dokter yang meninggal dunia sejak menangani Covid-19 di Indonesia yang telah muncul sejak enam bulan terakhir. Jumlah itu belum termasuk tenaga medis lainnya seperti perawat.

Jika seorang dokter dapat melayani 2.500 pasien, hal itu sebanding dengan hilangnya pelayanan kesehatan terhadap 300.000 warga.

Adib mengusulkan, jika pemerintah menyetujui pembentukan komite tersebut, maka harus terintegrasi dengan para stakeholder di bidang kesehatan.

“Baik itu organisasi-organisasi profesi kesehatan yang tentunya membutuhkan tugas-tugas yang lebih konkret ke depan dalam upaya-upaya untuk melakukan perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, sekaligus melakukan pengawasan di dalam upaya-upaya perlindungan tersebut,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 170

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *