Kebijakan PSBB Total, PB IDI Sambut Baik

5
(120)

Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan memberlakukan PSBB total 14 September 2020 mendatang.

Humas PB IDI Halik Malik menegaskan, memang sudah seharusnya pemerintah mempertegas protokol kesehatan, dan juga menerapkan sanksi yang memberi efek jera kepada pelanggar.

“Pembatasan aktivitas dan mobilitas penduduk untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di masyarakat memang harus dilakukan,” kata Halik, Jumat (11/9/2020).

Ia menjelaskan, angka kasus aktif positif di DKI Jakarta sangat pesat. Selama satu pekan terakhir ada penambahan 2.676 kasus, dengan angka rasio positif Covid-19 di DKI Jakarta berkisar antara 10,4 hingga 16,5 persen.

Berdasarkan standar WHO, pelonggaran aktivitas di ruang publik atau dalam hal ini PSBB transisi itu mungkin dilakukan jika rasio positif di bawah 5 persen.

“Artinya, laju penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta kembali tinggi. Sehingga, perlu dilakukan pengetatan/pembatasan seperti PSBB sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, mengendalikan penularan jauh lebih realistis ketimbang mengejar kecukupan fasilitas kesehatan. Sebab, menghadapi lonjakan kasus dengan menambah fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau di tempat baru, tidak bisa cepat. Belum lagi memenuhi tenaga kesehatan di fasilitas tersebut.

“Itu tidak bisa cepat dan diperkirakan baru akan terpenuhi di bulan Oktober,” pungkasnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 120

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *