Presiden: Waspadai Klaster Perkantoran, Keluarga, dan Pilkada

0
(0)

Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan, para menterinya untuk tetap berupaya membuat terobosan guna mencegah penyebarluasan pandemi Covid-19, khususnya di klaster perkantoran.

Selain klaster perkantoran, terang Jokowi, ada juga klaster keluarga, dan klaster pilkada yang menjadi perhatiannya.

“Hati-hati yang namanya klaster kantor. Kedua, klaster keluarga, hati-hati. Yang terakhir, juga klaster Pilkada, hati-hati, ini harus diingatkan,” kata Presiden saat memberi arahan di Sidang Kabinet Paripurna tentang Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Senin (7/9/2020).

Presiden Jokowi bahkan menuturkan, bahwa penyebarluasan virus di klaster perkantoran dan keluarga, ini dikarenakan masyarakat sudah merasa aman, sehingga menurunkan atau melonggarkan protokol kesehatan.

“Karena yang selalu kita kejar tempat umum, tempat publik, tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati-hati dengan klaster keluarga. Karena, kita sampai di rumah sudah merasa aman, justru disitu kita harus hati-hati. Dalam perjalanan menuju kantor, kita sudah merasa aman, kita juga harus hati-hati. Dalam kantor, protokol kesehatan (jangan sampai longgar) harus,” ujar Jokowi.

Untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Bulan Desember mendatang, Jokowi memerintahkan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kapolri Jend Polisi Idham Aziz untuk tidak ragu bertindak tegas.

“Saya minta Pak Mendagri, urusan yang berkaitan dengan klaster pilkada betul-betul ditegasi, betul-betul diberi ketegasan, Polri juga berikan ketegasan mengenai aturan main di pilkada. Karena sudah jelas, di PKPU sudah jelas sekali. Jadi ketegasan saya kira nanti Pak Mendagri dan Bawaslu agar ini betul-betul diberi peringatan keras,” pungkas instruksi Presiden.

Untuk diketahui, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan adanya temuan pelanggaran protokol kesehatan di periode pendaftaran peserta Pilkada serentak di 270 daerah, pada 4-6 September 2020 lalu, karena banyak pasangan calon di berbagai daerah memancing kerumunan dengan melakukan konvoi. Ini terjadi di kota Medah, Kota Solo, Kab Karawang, dan Kota Surabaya.

Hingga Minggu (6/9/2020), jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia mencapai 194.109 orang dengan penambahan terbanyak yaitu 3.444 kasus. Ada 138.575 orang yang sudah dinyatakan sembuh dan 8.025 orang yang meninggal dunia. Sedangkan jumlah pasien yang masih menjalani perawatan yaitu 89.701 orang dengan total spesimen yag diuji sebanyak 2.433.752.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *