Sekap dan Perkosa Gadis Hingga 20 Hari, Pria Ini Masih Melenggang Bebas

0
(0)

Stockholm – Lembaga Advokasi dan Pemantau Hukum, Demokrasi dan HAM, Stockholm Center For Freedom menyoroti proses hukum atas pelaku pelecehan seksual yang dilakukan oleh perwira Gendarmerie Turki atas seorang gadis 18 tahun hingga meninggal dunia. Pasalnya, sang pelaku hingga kini tidak ditahan dan melenggang bebas.

Musa Orhan, sang pelaku adalah seorang perwira Gendarmerie. Ia diduga telah menyekap dan memperkosa gadis 18 tahun, selama 20 hari.

“Orhan dibebaskan dari penjara pada hari Selasa(25/8) sebelum sidang dilakukan,” kutip laporan media lokal Turki.

Orhan sebelumnya sempat ditangkap dan ditahan minggu lalu setelah memuncaknya kritik dan kemarahan publik atas peristiwa tersebut.

Namun, pengacara Orhan, Mehmet Erkan Akkus, mengajukan petisi ke pengadilan, menolak penangkapannya dan mengklaim bahwa kliennya tidak akan melarikan diri. Pengadilan pidana tinggi di tenggara kota Siirt kemudian memerintahkan pembebasan Orhan.

Pengadilan juga menolak banding atas pembebasan Orhan yang diajukan oleh The Batman Chief Public Prosecutor’s Office, yang telah melakukan penyelidikan atas kematian Er (korban), dengan mengatakan bahwa keputusan hakim sudah final.

“Er, diduga diculik dan diperkosa oleh Orhan selama 20 hari di tenggara Kota Batman. Gadis itu baru-baru ini meninggal di rumah sakit setelah mencoba bunuh diri,” sebut lembaga itu di laman resminya, dikutip Sabtu(29/8)

Penderitaan korban diungkakan dalam sebuah surat yang dia tulis pada 16 Juli sebelum mencoba bunuh diri. Tersangka, Orhan, ditahan keesokan harinya setelah tuduhan pemerkosaan itu dikonfirmasi oleh laporan dari Council of Forensic Medicine tetapi kemudian dibebaskan di bawah pengawasan pengadilan.

Dalam kesaksiannya, Orhan awalnya membantah terlibat dalam hubungan seksual apa pun dengan korban. Tetapi ketika dia ditunjukkan laporan forensiknya, dia kemudian mengatakan dia berada di bawah pengaruh alkohol tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kepala Kantor Kejaksaan Umum mendakwa Orhan dengan tuduhan “penyerangan seksual yang sangat jahat”. Sidang perdana akan digelar di Pengadilan Pidana Tinggi II Siirt pada Oktober mendatang.

Sedangan Komandan Umum Gendarmerie menangguhkan Orhan dari layanan tersebut.

Aktivis HAM Ditahan

aktivis HAM Turki, Acun Karadağ
Selain itu, penahanan aktivis HAM Turki, Acun Karadağ, dan juga penahanan jurnalis juga disoroti mereka.

Acun Karadağ sebelumnya adalah guru yang kemudian diberhentikan dari pekerjaannya oleh undang-undang darurat sebagai bagian dari pembersihan pasca kudeta. Ia ditangkap oleh pengadilan Turki pada 21 Agustus lalu dan dimasukkan ke dalam tahanan.

Wanita itu ditahan bersama lima orang lainnya yang juga mantan pegawai negeri yang diberhentikan pada tahun 2016 oleh undang-undang darurat.

Penangkapan Karadağ pertama kali diumumkan oleh putrinya di Twitter. Lima tahanan lainnya kemudian dibebaskan dan menunggu persidangan.

Sebagai bagian dari pembersihan setelah upaya kudeta pada 15 Juli 2016, pemerintah Turki memecat lebih dari 150.000 pegawai negeri dari pekerjaan negara dan menyelidiki hampir 600.000 orang, menahan atau menangkap setengah dari mereka atas tuduhan palsu terkait terorisme.

Sejak 2016 Karadağ dan teman-temannya telah memprotes pelanggaran hak asasi manusia di Turki dan pemecatan pejabat publik.(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *