DPC PKB Banyuwangi Bulat Dukung Yusuf – Gus Riza

0
(0)

Banyuwangi- Para kader dan jajaran pengurus DPC PKB Banyuwangi mengaku kecewa atas sikap salah satu kadernya yang secara tiba-tiba mundur setelah disiapkan untuk maju sebagai bakal calon bupati dalam Pilkada 9 Desember nanti.

Sebagaimana diketahui, rekom DPP PKB untuk bakal calon Bupati Banyuwangi akhirnya jatuh ke tangan Yusuf Widyatmoko, yang akan berpasangan dengan Gus Riza dari keluarga besar Ponpes Blokagung.

Informasi yang beredar, mundurnya kader PKB yang sudah digadang-gadang untuk menjadi Bupati Banyuwangi itu adalah karena tekanan dari keluarga besar Ponpes Blokagung. Menurut kabar tersebut, sebelumnya ada intimidasi berupa ancaman yang akan membongkar kasus salah satu keluarganya ke publik bila Munib Syafaat tetap maju dalam Pilkada.

Informasi yang beredar, mundurnya kader PKB atas nama Munif Syafaat yang sudah digadang-gadang untuk menjadi Bupati Banyuwangi itu adalah karena adanya tekanan dari keluarga besar Ponpes Blokagung. Menurut kabar tersebut, sebelumnya ada intimidasi berupa ancaman yang akan membongkar kasus salah satu keluarganya ke publik bila Munib Syafaat tetap maju dalam Pilkada.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Ketua DPC PKB, HM Joni Subagio, mengaku baru tahu masalah pengunduran diri Gus Munif itu dari Ketua DPW PKB Jatim, Halim Iskandar. “Malem, sebelum rekom turun ke Yusuf Widyatmoko, Gus Halim telpon saya dan mengaku kecewa karena tiba-tiba Gus Munif mengundurkan diri,” ungkap Joni Subagio.

Dijelaskan, kabar pengunduran diri Gus Munif itu didapatkan DPP dari laporan salah satu pengurus DPC. “Kemudian, saya minta waktu untuk klarifikasi kepada yang bersangkutan. Tetapi tidak bisa dihubungi. Termasuk juga pengurus DPC yang disebut oleh Gus Halim. Dan malam itu saya hanya diberi waktu satu jam. Setelah itu DPC diminta membuat surat pengajuan calon atas nama Yusuf – Gus Riza. Karena waktunya memang sudah mepet,” beber Joni, tentang kronologi turunnya rekom partai untuk pasangan Yusuf – Gus Riza.

Untuk mendapat penjelasan langsung dari yang bersangkutan, DPC PKB menggelar rapat dengan agenda utama klarifikasi dan konsolidasi yang digelar Kamis (27/8). Namun, Gus Munif tidak hadir dan hanya diwakilkan kepada anaknya. “Ya sudahlah. Partai sudah memutuskan, dan kita wajib menjalankan. Kita harus tetap menjaga marwah partai,” tegas Joni, yang mengaku tidak menafikan adanya konspirasi dibalik pengunduran diri Gus Munif.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *