Pemerintah Hongaria Lakukan Pembelian Media Kritis, Ribuan Orang Demo Tuntut Kebebasan Pers

0
(0)

Budapest–Ribuan pengunjuk rasa di Hongaria berbaris menuju kantor Perdana Menteri Viktor Orban hari Sabtu (25/7) sebagai protes atas serangan pemerintah terhadap kebebasan media menyusul pemberhentian pemimpin redaksi negara itu atas situs berita independen. Sebelumnya, sejumlah jurnalis, termasuk tiga editor terkemuka, mengundurkan diri dari situs berita independen utama Hongaria, Index.

Pengumuman pengunduran diri massal datang hanya dua hari setelah pemimpin redaksi perusahaan, Szabolcs Dull, dipecat. Lebih dari 80 jurnalis dan hampir semua staf bertekad untuk mengundurkan diri massal dalam upaya menekan pemiliknya setelah menolak memulihkan kembali Szabolcs Dull yang telah dipecat hari Rabu, kutip AFP.

Sebelumnya, László Bodolai, ketua yayasan yang memiliki Index mengatakan Szabolcs Dull tidak memiliki kemampuan mengendalikan ketegangan internal setelah kehadiran Vaszily dan berbagai upaya Vaszily memengaruhi kemandirian pemberitaan portal berita itu. Namun para karyawan menggambarkan keputusan László Bodolai sebagai “tidak dapat diterima”.

Pada hari Kamis, Index mengadakan pertemuan staf untuk meminta pemulihan nama Dull, yang “dipecat”. Dalam sebuah surat terbuka, para wartawan mengatakan keputusan itu menunjukkantiada adanya independensi di tubuh Index.

“Pemecatannya merupakan campur tangan yang jelas dalam komposisi staf kami, dan kami tidak bisa menganggapnya sebagai cara lain selain sebagai upaya terang-terangan untuk menerapkan tekanan,” kata wartawan dalam pernyataan bersama dikutip Euronews. “Dewan redaksi menganggap bahwa kondisi untuk operasi independen tidak lagi ada dan telah memulai pemutusan hubungan kerja mereka,” tambah mereka.

Wakil pemimpin redaksi Index, Veronika Munk, mengatakan kepada Euronews Hongaria bahwa pemecatan Dull adalah alasan langsung keputusannya untuk mundur. “Pemecatan Szabolcs Dull adalah langkah yang membuat saya berpikir saya tidak bisa lagi melakukan pekerjaan ini dengan bebas, mengikuti prinsip-prinsip jurnalistik profesional,” kata Munk. “Dan aku tahu bahwa banyak orang di antara mereka yang mengundurkan diri berpikir dengan cara yang sama.”

Ribuan orang turun ke jalan-jalan di ibu kota Budapest pada Jumat malam dalam rencana unjuk rasa solidaritas dengan Index. “Sudah jelas bahwa ada alasan politik di balik apa yang terjadi. Index adalah sumber media oposisi terakhir dan satu-satunya yang dapat mengkritik pemerintah di depan khalayak ramai,” kata seorang demonstran kepada Euronews.

“Protes ini bukan karena kami adalah pendukung Indeks tetapi sebagai tanda protes terhadap tindakan pemerintah yang membatasi kebebasan media,” kata pemrotes Istvan, 30.

Sekitar sebulan lalu, Dull memperingatkan bahwa situs berita terbesar yang keras mengkritik pemerintah itu dalam bahaya setelah mengklaim ada orang luar yang mencoba mempengaruhi isinya. Tindakan ini diikuti oleh pembelian 50 persen agen periklanan Index oleh pengusaha terkemuka Miklos Vaszily yang merupakan pendukung kuat Perdana Menteri Viktor Orban pada bulan Maret, kutip AFP.

Index adalah situs web Hungaria yang paling banyak dibaca, dan sangat kritis terhadap Viktor Orban. Perdana Menteri Hongaria ini kerap mencap media itu sebagai “pabrik berita palsu”.

Unjuk rasa malam hari bersama dengan partai-partai politik oposisi, sejumlah pembicara mengingatkan mereka yang ikut aksi tentang berbagai kanal media yang ditutup oleh pemerintahan Orban atau dimasukkan ke dalam mesin propaganda. Mereka juga mengkritik upaya pemerintah yang sebanyak mungkin menempatkan lembaga independen di bawah kendali kekuasaannya.

Seorang kolumnis pada mingguan Magyar Hang, Balazs Gulyas, bereaksi dengan siulan sekaligus mengejek ketika membacakan kutipan Orban tahun 2018. “Kami tidak akan pernah punya keberanian untuk membungkam mereka yang tidak setuju dengan kami,” ujarnya dikutip Voice of America.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar jaringan berita independen harus menutup operasi atau dibeli oleh sekutu pemerintah. Selain wartawan, aksi protes ini diikuti sekitar 5.000-10.000 orang yang berpartisipasi dalam aksi tersebut. (NE)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *