Bertemu AHY, Presiden PKS Sampaikan Kemungkinan Koalisi di 2024

Jakarta – DPP Partai Demokrat melakukan muhibah balasan ke kantor DPP PKS. Menurut Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, pertemuan tersebut diharapkan dapat meregangkan ketegangan dunia politik.

Termasuk mencari titik temu agar bisa bekerja sama menjadi bagian solusi penuntasan virus Covid-19. Selain itu, nampaknya kerjasama lain mulai terbuka meskipun antara Sohibul dengan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih ‘malu-malu’ menyampaikan kemungkinan tersebut.

Bagaimanapun, kedua partai ini membangun kerja sama yang erat ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin selama 10 tahun. PKS menjadi bagian dari pemerintahan, menempatkan kader terbaiknya untuk berkontribusi dalam akselerasi pembangunan.

Isyarat kedua partai ini berkoalisi kembali pada Pilpres 2024 nampaknya semakin tersirat dari beberapa pernyataan Sohibul. Terlebih, belakangan ini Gerindra terkesan ‘meninggalkan’ PKS dan mulai ‘intim’ dengan PDIP.

“Tentu juga tidak bisa dinafikkan, bahwa memang PKS bersama Partai Demokrat dulu pernah bersama-sama sepuluh tahun, secara kemanusiaan kami memiliki memori-memori,” ujar Sohibul akhir pekan ini.

Namun ia menekankan bahwa pertemuan itu membicarakan terkait isu-isu kebangsaan, kenegaraan yang dihadapi hari-hari ini. Intinya PKS dan Partai Demokrat, lanjut dia, memiliki kesepahaman bahwa sebagai bangsa harus selalu bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa ini terlebih di suasana Covid-19.

“Kami bersepakat untuk fokus betul-betul bisa menangani Covid-19 sehingga Covid-19 ini tidak menjadi sesuatu yang tidak terkendali. Karena kami membayangkan kalau Covid-19 tidak terkendali maka ini akan menyebabkan hal-hal negatif terhadap aspek-aspek yang lain,” kata dia.

Yang jelas ekonomi kita, ungkap Sohibul, akan berkepanjangan sehingga mengalami keterpurukan. Juga kondisi sosial, kondisi politik bahkan kami mengkhawatirkan Covid-19 ini bisa merusak tatanan demokrasi kita ke depan.

“Karena itu PKS dan Demokrat bersepakat kita akan berikhtiar memberikan sumbangsih untuk penyelesaian Covid-19 dan juga kita bisa mengatasi dampak-dampaknya bagi aspek sosial lainnya. Itulah secara umum isi pembicaraan PKS dengan Partai Demokrat,” tuturnya.

Pertemuan itu dinilainya sangat hangat sekali. Karena PKS dan Demokrat sebagai partai politik tentu selalu membangun komunikasi-komunikasi yang dilakukan agar tidak ada persepsi ketegangan-ketegangan di antara pimpinan partai politik.

“Karena kami sadar bahwa apa yang dilakukan pimpinan partai politik itu langsung dipersepsi oleh kader, grassroot di bawah maka kami berusaha untuk menciptakan suasana yang komunikatif, yang friendly lah. Di antara pimpinan partai politik,” ujar mantan rektor Universitas Paramadina itu. (Msh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *