UMKM yang Manfaatkan Insentif Pajak Masih Minim

0
(0)

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah telah memberikan keringanan bebas pajak PPh Final 0,5 persen bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sejak April 2020. Insentif diberikan untuk UMKM terdampak pandemi Covid-19 selama April sampai September 2020.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama mengungkapkan, DJP telah melakukan sosialisasi masif lewat e-mail kepada 2,1 juta wajib pajak UMKM. Namun, pemanfaatannya di lapangan ternyata masih minim.

Dari 2,1 juta yang wajib pajak UMKM yang disasar DJP, sampai hari ini tercatat baru 201.000 yang sudah mengklaim insentif tersebut. Menurutnya, minimnya pemanfaatan tak bisa mengkambinghitamkan sosialisasi semata, ada faktor lain, yakni keberlangusungan usaha itu sendiri.

“Tapi sampai hari ini baru 201 ribu yang memanfaatkan. Memang banyak faktor juga. Karena pada faktanya banyak UMKM yang dampaknya sedemikian beratnya sehingga mereka enggak ada omset ya gak ada yang dimintakan insentif,” ujarnya dalam Webinar Katadata bertajuk UMKM Bangkit Bersama Pajak, Senin (13/7).

Hestu mengatakan, pembebasan PPh Final 0,5 persen ini sebenarnya mudah di klaim. Wajib pajak UMKM tetap melakukan penghitungan nominal pajak yang wajib disetor sesuai dengan omset yang didapatkan per bulan, dan melaporkannya.

“Nah dalam situasi ini, yang setengah persen tadi pun kita berikan insentif berupa ditanggung pemerintah. Mereka tetap melaporkan omsetnya, misalnya Rp100 juta bulan ini, setengah persennya berarti Rp500.000, yang Rp500.000 ini tidak disetor beneran, pemerinta yang bayari,” paparnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *