Presiden Trump Akhirnya Memakai Masker di Publik untuk Pertama Kalinya

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan masker untuk pertama kalinya di depan umum dalam kunjungannya ke Pusat Medis Walter Reed pada Sabtu (11/7) sore.

Dilansir ABC News, Trump secara singkat menjawab pertanyaan wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih untuk mengunjungi pusat medis tersebut, dan menyampaikan bahwa ia akan mengenakan masker.

“Saya pikir ketika Anda berada di rumah sakit, terutama di tempat khusus di mana Anda berbicara dengan banyak tentara dan orang-orang yang dalam beberapa kasus baru saja turun dari meja operasi, saya pikir itu hal yang bagus untuk memakai masker,” kata Trump kepada wartawan. “Aku tidak pernah menentang masker, tapi aku yakin mereka (pemakaian masker) punya waktu dan tempat.”

Lebih dari tiga bulan lalu Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan orang memakai masker di depan umum, tetapi presiden selalu mengatakan dia secara teratur diuji sehingga tidak perlu memakainya.

“Presiden Trump berada di Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed untuk mengunjungi prajurit yang terluka dalam pertempuran, dan keluarga mereka, serta staf perawatan kesehatan yang merawat pasien Covid-19 selama pandemi,” kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere dalam sebuah pernyataan.

Trump memang mengenakan masker pada tur di belakang layar sebuah pabrik Ford pada akhir Mei, tetapi tidak di depan media, dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin memberikan kesenangan bagi pers yang melihatnya.”

Trump secara intens mendapat kecaman karena tidak memakai masker, termasuk pekan lalu dari Gubernur New York Andrew Cuomo. “Dia mengaktifkan virus. Bagaimana ini menjadi pernyataan politik? Saya sudah memintanya untuk melakukannya. selama berminggu-minggu. Pakai saja maskernya dan katakan kepada orang-orang Amerika, bahwa ini nyata, dan itu adalah masalah,” katanya.

Sementara itu, AS kembali mencatatkan rekor penambahan infeksi Covid-19 hariannya pada Jumat (10/7), dengan mengonfirmasi 69.000 kasus baru. Ini adalah hari ketiga berturut-turut Negeri Paman Sam melaporkan rekor penambahan kasus.

Dilansir Arab News, total sembilan negara bagian di AS, yakni Alaska, Georgia, Idaho, Iowa, Louisiana, Montana, Ohio, Utah dan Wisconsin, juga mencapai rekor infeksi harian.

Di Texas, Gubernur Greg Abbott memperingatkan pada Jumat (10/7), bahwa ia mungkin harus memaksakan tindakan keras baru jika negara bagian itu tidak dapat membendung beban kasus dan rawat inap yang memecahkan rekor. “Jika kita tidak mengadopsi praktik terbaik, maka itu bisa mengarah pada penutupan bisnis,” kata Abbot kepada TV setempat di Lubbock. Dia menambahkan bahwa itu adalah hal terakhir yang dia inginkan.

California mengumumkan pada Jumat bahwa negara bagian itu akan membebaskan hingga 8.000 tahanan lebih awal, untuk memperlambat penyebaran Covid-19 di dalam penjara. Di Penjara Negara San Quentin, di luar San Francisco, setengah dari sekitar 3.300 tahanan di fasilitas itu dinyatakan positif terkena virus.

Florida tetap menjadi salah satu hotspot terburuk untuk virus di AS, dan merupakan salah satu dari sedikit negara di mana kematian meningkat, berdasarkan perhitungan kematian dalam dua minggu terakhir, dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya. Namun, sejumlah media mengabarkan bahwa lebih dari empat lusin rumah sakit di Florida, unit perawatan intensif mereka penuh.

Bulan ini, Florida berulang kali melaporkan lebih banyak kasus virus corona harian, dibanding yang pernah dialami negara Eropa mana pun pada puncak wabahnya. Gubernur Florida Ron DeSantis, membuat marah beberapa warga dan ahli medis dengan menyebut lonjakan kasus hanya sebagai “blip”.

Jumlah infeksi AS yang dikonfirmasi adalah lebih dari 3 juta, menurut penghitungan Universitas John Hpkins. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa rumah sakit akan kewalahan. Sementara hampir 134.000 orang Amerika dinyatakan meninggal. Secara keseluruhan, kasus virus corona meningkat di 44 negara bagian Amerika. (mi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *