Kawasan Industri Jadi Ancaman Klaster Baru Covid-19 di Masa Normal Baru

0
(0)

Semarang – Kawasan industri menjadi ancaman yang rawan menjadi klaster baru Covid-19 di masa adaptasi normal baru (new norma). Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah menaruh perhatian besar di sektor ini menyusul ditemukannya klaster baru Covid-19 di salah satu pabrik PT Unilever di Karawang, Kabupaten Bekasi.

Ini juga yang menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Karena itu, dia meminta para kepala daerah membentuk gugus tugas penanggulangan Covid-19 di kawasan industri untuk mencegah meluasnya penularan virus corona.

“Tidak hanya di Kota Semarang, karena banyak daerah di Jateng yang memiliki kawasan industri. Sekarang di kawasan-kawasan industri, saya minta dibuat gugus tugas khusus,” katanya di Semarang, Jumat (10/7).

Gugus penanggulangan Covid-19 di kawasan industri, menurut dia, antara lain akan memastikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan industri serta melakukan upaya-upaya lain untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kami nanti akan ikut terlibat dalam membantu supervisi. Saya minta ini segera diterapkan oleh semua kepala daerah di Jateng,” kata Ganjar.

Mengenai penanganan klaster penularan Covid-19 di lingkungan perusahaan di Kota Semarang, Ganjar mengatakan dua dari tiga perusahaan yang menjadi klaster penularan sudah terkendali.

“Dua perusahaan itu sudah lama, sejak Juni, jadi relatif terkendali. Tinggal satu perusahaan yang menjadi pengawasan khusus kami. Mereka kami minta memperbaiki protokol kesehatannya, orang-orang yang terkena Covid-19 dan lingkungannya di-off-kan dan dilakukan tindakan. Saya minta dalam minggu ini semuanya sudah diperbaiki,” katanya.

Di Kota Semarang, sebelumnya dilaporkan ada tiga perusahaan yang menjadi klaster penularan Covid-19 dengan jumlah orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona sampai 300 orang.

Nama perusahaan itu tidak disebutkan, hanya disebutkan bahwa perusahaan yang menjadi klaster penularan Covid-19 terdiri atas perusahaan garmen, perusahaan migas, dan badan usaha milik negara. (Aza/Ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *