Kasus Covid-19 di AS Nyaris 3 Juta dan Brasil 1,5 Juta, Kini Asia Harus Waspada

0
(0)

Jakarta – Kasus Covid-19 secara global masih saja ganas dan terus meningkat. Total positif Covid-19 bagi penduduk bumi saat ini sudah mencapai 11,496 juta kasus dengan tambahan kasus baru 124.559 orang, dan 535.379 pasien meninggal dunia.

Sebuah penelitian menyebutkan, virus corona jenis baru saat ini lebih mudah menular dari sebelumnya. Bisa jadi itu yang menyebabkan semakin tingginya kasus Covid-19 secara global, termasuk di Indonesia.

Amerika Serikat (AS) masih menempati urutan teratas dengan total kasus 2.970.468 orang, disusul Brasil di urutan kedua dengan total kasus 1.579.837 orang. Tingkat kematian di AS juga tertinggi yaitu 132.510 orang, dan juga AS mencatat kasus baru tertinggi sebanyak 34.698 orang.

Kasus kematian tertinggi kedua di dunia ditempati Brasil sebanyak 64.383 orang, disusul Inggris 44.220 kasus dan Italia 34.861 kasus. Meksiko juga mencatat kenaikan angka kematian secara drastis sebanyak 30.366 kasus. Kenaikan ini terjadi setelah Meksiko melaporkan 523 kasus baru kematian pada Ahad (5/7).

Di atas Meksiko, kenaikan lebih dahsyat menimpa India yang kini berada di posisi ketiga dunia dengan total kasus 697.836 orang. India juga mencatat kasus baru tertinggi kedua setelah AS sebanyak 23.932 kasus baru.

Angka kasus kematian di India bergerak sangat cepat sebanyak 19.700 orang meninggal dunia. India bahkan melaporkan kasus baru kematian tertinggi kedua pada Ahad (5/7), yaitu 421 orang.

Di luar Benua Eropa dan Amerika, Pakistan dan Arab Saudi juga menunjukkan pergerakan cukup signifikan. Namun, tidak separah India dan Meksiko.

Pakistan saat ini berada di urutan ke-12 negara paling terpukul Covid-19 sebanyak 228.474 kasus dengan 3.191 kasus baru. Arab Saudi berada di urutan 13 dunia sebanyak 209.509 kasus dan 3.580 kasus baru.

Jumlah kasus di Pakistan dan Saudi saat ini sudah melampaui Turki, Jerman, dan Prancis. Namun masih berada di bawah Iran yang kembali mencatat peningkatan kasus harian yang cukup tinggi setelah sempat melandai.

Iran berada di posisi 11 dunia dengan laporan kasus 240.438 positif akibat lonjakan kasus baru sebanyak 2.560 orang. Sementara China turun drastis dengan 8 tambahan kasus baru dan total kasus sebanyak 83.553 orang.

Di atas China, sekarang ada Bangladesh yang juga menunjukkan lonjakan kasus cukup signifikan sebanyak 162.417 kasus dan 2.738 kasus baru.

Adapun Indonesia menunjukkan aba-aba waspada atau tanda bahaya dengan lonjakan kasus baru rata-rata di atas 1.000 orang per hari. Indonesia kini berada di posisi 26 secara global dengan total kasus 63.749 orang.

Pemeringkatan kasus Covid-19 secara global ini menjadi catatan bagi Indonesia agar terus menekan laju penularan Covid-19, terutama di Jawa Timur, Jakarta, Jawa Tengah, Sulsel, dan Jawa Barat.

Pemerintah juga tidak bisa menghibur diri dengan hanya menonjolkan banyaknya kasus sembuh di Tanah Air. Namun di lain sisi, lonjakan kasus barunya juga tinggi. Kasus baru per tanggal 5 Juli 2020 tercatat 1.607 orang dan 82 kasus baru kematian sehingga total 3.171 orang meninggal dunia.

Fase New Normal atau normal baru jangan sampai menjadi bom waktu laju peningkatan kasus Covid-19 semakin menyebar. Pembukaan dan pelonggaran aktivitas di sektor ekonomi dan pariwisata tidak bisa menjadi pintu masuk atau klaster baru Covid-19, seperti pada kasus di pabrik Unilever di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. (Aza)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *