Hari ini Iuran BPJS Naik Lagi, Terima Nasib Turun Kelas

0
(0)

Jakarta: Sebelumnya, pemerintah menaikkan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020.

Iuran yang berlaku yakni, iuran kepesertaan mandiri I Rp160 ribu, mandiri II Rp110 ribu, dan mandiri III Rp42 ribu per peserta setiap bulan.

Hanya saja, pungutan iuran tersebut hanya berlaku selama Januari-Maret 2020. Sebab, Mahkamah Agung (MA) membatalkan aturan kenaikan iuran karena dianggap tidak sesuai dengan konstitusi.

Akhirnya, iuran kepesertaan kembali ke awal, yakni mandiri I Rp80 ribu, mandiri II Rp51 ribu, dan mandiri III Rp25.500 per peserta per bulan. Nominal pungutan berlaku dari April-Juni 2020.

Apabila ada kelebihan bayar dari peserta atas iuran sesudah kenaikan periode Januari-Maret 2020, selisih (kelebihannya) akan dialihkan menjadi pembayaran iuran April-Juni 2020.

Naik Lagi 1 Juli 2020

Pemerintah akhirnya memberlakukan kenaikan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial per hari ini, Rabu 1 Juli 2020.

Tapi perlu dicatat, kenaikan iuran tersebut hanya berlaku bagi peserta BPJS Kesehatan jenis peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah.

Kenaikan iuran didasari pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berdasarkan beleid itu, iuran kepesertaan mandiri kelas I akan naik dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per peserta.

Sementara iuran mandiri kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per peserta per bulan. Sedangkan iuran Mandiri kelas III naik dari Rp25.500 (tarif lama) per peserta per bulan menjadi Rp35 ribu per peserta per bulan.

Naik dan Turun Kelas

Kenaikan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan akan berdampak pada ketidakmampuan bayar. Jika terjadi, otomatis ada yang diistilahkan naik atau turun kelas.

“Kalau ada peserta tidak mampu atau turun kelas kita ada kebijakan soal turun kelas, manfaatkan perubahan kelas dengan mudah,” kata Direktur TI BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda kepada wartawan melalui webinar, Selasa (30/6/2020).

Wahyuddin mengatakan, para peserta JKN dapat memilih menurunkan kelas layanan jika merasa keberatan. Sebab, kata dia, BPJS Kesehatan telah menyediakan kebijakan penurunan kelas bagi peserta yang tidak mampu.

Per akhir Mei 2020, data BPJS Kesehatan menunjukkan sebanyak 40.350 peserta mandiri sudah turun kelas.

Dari angka tersebut, sebanyak 9.331 peserta turun dari kelas I ke I, sebanyak 11.738 peserta turun dari kelas I ke III, dan sebanyak 38.383 peserta turun dari kelas II ke III.

Namun, peserta JKN memilih turun kelas di Mei 2020 itu hanya sebanyak 0,16 persen dari total jumlah peserta PBPU.

“Kami proyeksikan peserta JKN memilih naik kelas iuran di tahun ini bisa mencapai 0,54 persen atau sekitar 165.672 peserta. Angka ini juga lebih banyak dari realisasi peserta yang naik kelas tahun lalu, yaitu hanya 2.250 peserta atau 0,01 persen,” ujar Wahyuddin.(ii)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *