Monas Masih Ditutup, Warga Hanya Sampai Parkiran

0
(0)

Jakarta: Monumen Nasional (Monas) masih ditutup. Namun warga Jakarta masih saja mencoba untuk masuk kesana hanya untuk berolahraga di dalam kawasan itu.

Pantauan RRI.co.id di lokasi, cukup banyak warga yang ingin masuk kesana. Ada yang menggunakan kendaraan mobil, motor, sepeda, hingga pejalan kaki.

Namun demikian, mereka semua hanya diperkenankan masuk hingga ke areal Lapangan Parkiran IRTI. Tidak satupun pengunjung yang dibolehkan masuk hingga area dalam Monas.

“Masih ditutup untuk umum, belum boleh masuk,” kata salah seorang petugas keamanan kepada RRI.co.id, Minggu (28/6/2020).

Namun demikian, petugas tersebut mengaku belum tahu pasti sampai kapan kebijakan penutupan oleh Pemrov DKI Jakarta itu berlangsung.

“Belum tahu, sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Tak ayal, warga yang nampak kecewa pun terpaksa hanya puas berolahraga di area lapangan parkir IRTI. Selain berolahraga dengan bersepeda dan sebagainya. Adapula warga yang memanfaatkan luasnya area parkiran dengan bermain layang-layang.

Nampak pula puluhan pedagang makanan, minuman, cindera mata, dan lain-lain asyik menjajakan dagangan mereka.

Salah seorang warga mengaku kecewa dengan penutupan tersebut. Namun dia mengaku maklum dengan kebijakan pemerintah untuk mencegah kerumunan warga demi mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

“Kecewa iya. Apalagi Car Free Day (CFD) juga di Sudirman-Thamrin ditiadakan. Tapi wajar sih untuk mencegah Corona,” ujar pria berbaju hitam yang enggan disebutkan namanya itu.

Sebelumnya, berdasarkan selebaran digital dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pagi ini yang mengumumkan bahwa HBKB/CFD di kawasan Sudirman-Thamrin tanggal 28 Juni 2020 ditiadakan untuk sementara sampai waktu yang akan ditentukan kembali.

CFD kembali dibuka untuk pertama kalinya pada pekan lalu, Minggu (21/6/2020), setelah ditutup selama PSBB akibat virus corona (COVID-19). Namun, ternyata pengunjung CFD membeludak. Namun banyak pihak yang kemudian menyayangkan hal ini dan meminta CFD ditiadakan. Sebab khawatir menjadi klaster baru penularan corona di Jakarta.

Terlebih pada CFD lalu, banyak warga masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan mulai dari tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, masih terlihat juga anak kecil dan lansia. Saat melakukan rapid tes oleh pihak kepolisian menyabut hari Bhayangkara, polisi juga menemukan beberapa orang yang hasil tes COVID-19 nya reaktif.

“(CFD) berlangsung jam 06.00-09.00 WIB,” jelas Sambodo.

Berikut ini 32 lokasi CFD di DKI Jakarta sebagai pengganti CFD Sudirman-Thamrin:

1. Kawasan Jakarta Timur

Jalan Pemuda

Jalan RA. Fadilah

Jalan Inspeksi BKT

Jalan Raden Inten

Jalan Bina Marga

2. Kawasan Jakarta Selatan

JLNT Antasari

Jalan Sultan Iskandar Muda

Jalan Tebet Barat Dalam Raya

Jalan Kesehatan Raya

Jalan Cipete Raya

3. Kawasan Jakarta Pusat

Jalan Suryopranoto

Jalan Percetakan Negara 2

Jalan Pejagalan Raya

Jalan Paseban Raya

Jalan Zamrud Raya

Jalan Amir Hamzah

Jalan Pramuka Sari 1

Jalan Danau Tondano

4. Kawasan Jakarta Utara

Jalan Danau Sunter Selatan

Sisi Inspeksi Kali Sunter RBS

Jalan Kelapa Hibrida

Jalan Pulau Maju Bersama

Jalan Benyamin Sueb/ Pademangan Timur

Jalan Arteri Pegangsaan Dua

5. Kawasan Jakarta Barat

Jalan Gadjah Mada

Jalan Hayam Wuruk

Jalan Putri Harum

Jalan Puri Ayu

Jalan Puri Elok

Jalan Puri Molek

Jalan Puri Ayu 1

Jalan Puri Molek 1

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *