Santri Harus Bayar Rapid Test, KH Cholil Nafis: Serius Nanya Dana Covid-19 Sebanyak Itu Larinya Kemana?

0
(0)

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan besaran anggaran penanganan pandemi Covid-19 bakal membengkak. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan dana yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 menjadi Rp 695,2 triliun, naik dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp 677,2 triliun.

“Pemerintah telah menyampaikan di sidang kabinet ada tambahan belanja dari Perpres 54 Tahun 2020. Beberapa biaya penanganan Covid-19 ditingkatkan karena untuk pembuatan vaksin,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/6).

Dari dana itu, alokasi anggaran untuk kesehatan mencapai Rp87,55 triliun. Hal ini dikeluhkan karena masyarakat masih harus bayar ketika akan melakukan rapid test yang mahal.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan juga dosen pascasarjana Universitas Indonesia (UI), KH Muhammad Cholil Nafis, mempertanyakan ke mana ‘perginya’ anggaran tersebut.

Sebagaimana disampaikan melalui akun Twitter pribadinya, @cholilnafis, Ahad (21/6).

“Ini anak-anak santri, mau balik ke pesantren, harus rapid tes, masih bayar,” katanya.

Ulama asal Madura ini kemudian mempertanyakan penggunaan dana Covid-19 yang berjumlah ratusan triliun itu kemana saja.

“Kemana ya uang 405 T yang sekarang naik 667 T. Ini anak2 santri mau balik ke pesantren harus rapit tes masih bayar,” ujarnya.

“Bener nihh serius nanya kemana uang kita sebanyak itu ya?,” tambahnya.

Cholil Nafis yang anaknya juga hendak berangkat ke pesantren di Malang pun mengalami hal serupa.

“Lah anak saya minggu lalu mau ke malang utk lulusan sekolahnya di Airport Halim harus rapid tes Bayar 400 rb,” lanjutnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *