Ini 5 Revolusi Besar Sektor Transportasi di Ibu Kota

Jakarta – Tahniah! Ibu Kota sedang merayakan hari jadinya yang ke-493. Meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19, pesta Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta bisa berjalan lancar lewat media daring (streaming).

Berbeda dengan manusia, semakin tua sebuah kota seharusnya semakin ramah bagi warganya. Terpenuhinya hak-hak publik, perekonomian yang stabil, lingkungan yang menyenangkan, hingga fasilitas publik yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat.

Pada umurnya yang sekarang, Jakarta telah memiliki beragam transportasi publik yang canggih dan terjangkau. Keberadaan angkutan massal modern yang bisa dinikmati sekarang ini tak lepas dari kerja-kerja estafet para gubernur dan pemerintah sebelumnya.

Perubahan besar apa saja yang telah terjadi pada transportasi kota selama ini? berikut Indonesiainside rangkum dan sajikan untuk pembaca, terutama warga Jakarta yang berbahagia.

Bus Rapid Transit Transjakarta

Transjakarta merupakan bus rapid transit yang pertama kai beroperasi di Asia Tenggara. Kehadiran bus ini diinisiasi oleh Gubernur Sutiyoso pada tahun 2004 pada 15 Januari mengacu pada sistem TransMilenio di Bogota, Kolombia. Operasional Transjakarta dimulai dari Koridor I, Blok M- Jakarta Kota.

Meskipun sempat dirkitik karena mengambil satu lajur dari jalanan ibu kota, toh pada akhirnya masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan transportasi ini. Saat ini, Transjakarta mengoperasikan sekitar 3.900 bus, di 13 koridor dengan jumlah penumpang rata-rata satu juta per hari.

Moda Raya Terpadu (MRT)

Butuh 34 tahun untuk mewujudkan tranpsortasi rel cepat yang bisa mengangkut banyak penumpang ini. Pembangunan MRT mulai dikebut ketika Pemerintah Pusat mencanangkan proyek MRT Jakarta menjadi proyek nasional pada 2005.

Cari pemodal, Pemerintah Jepanglah yang akhirnya bersedia memberikan pinjaman. Pada 28 November 2006 penandatanganan persetujuan pembiayaan Proyek MRT Jakarta dilakukan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusuf Anwar. J

Proyek MRT Jakarta dimulai dengan pembangunan jalur MRT Fase I sepanjang ± 16 kilometer dari Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia yang memiliki 13 stasiun berikut 1 Depo.

Lintas Raya Terpadu (LRT)

Jika dulu Batavia memliki trem, saat ini Jakarta punya LRT. Secara umum, LRT ialah sistem Kereta Api Penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan yang konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain dalam lintasan khusus.

Gagasan LRT Jakarta mulai muncul ketika Proyek Monorel Jakarta yang sempat diaktifkan kembali pada Oktober 2013 oleh Gubernur DKI saat itu, Joko Widodo tersendat pengerjaannya. Lalu pada 2015, Pemprov DKI mulai menugaskan PT Jakpro untuk merampungkan proyek ini.

Jak Lingko dan Revitalisasi Angkutan Umum

Jak Lingko adalah sistem integrasi transportasi publik di Jakarta yang juga merupakan transformasi dari program OK-Otrip. Jak Lingko memiliki makna, Jak berarti Jakarta; Lingko berarti jejaring atau integrasi yang diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Jaklingko berfungsi sebagai mekanisme pembayaran dengan satu kartu yang bisa diisi ulang dan dapat digunakan untuk pembayaran transportasi apa saja. Mulai dari angkutan umum roda empat,minibus, mikrotrans, hingga transportasi berbasis rel (MRT dan LRT).

Stasiun Terpadu

Pemprov DKI di bawah kepemipinan Anies Baswedan berhasil menata empat stasiun untuk mewujudkan fasilitas kendaraan umum massal yang terintegrasi. Pada Rabu, 17 Juni 2020, Anies bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan empat kawasan stasiun terpadu tahap I yaitu stasiun Sudirman, stasiun Tanah Abang, stasiun Juanda, dan stasiun Senen.

Stasiun ini mengintegrasikan layanan angkutan commuter line, Transjakarta, kereta bandara, MRT, hingg ojek daring. Penataan kawasan stasiun terpadu tahap berikutnya akan dilakukan pada lima stasiun yaitu Manggarai, Tebet, Gondangdia, Palmerah, dan Jakarta Kota.

Stasiun Terpadu akan dikelola oleh PT MITJ (Moda Integrasi Tranportasi Jabodetabek) yang merupakan joint venture PT MRT dan PT KAI. (SD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *