Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di DKI Tembus Angka 9.000

0
(0)

Jakarta – Jumlah kasus positif Covid-19 di ibu kota terus bertambah dan menembus angka 9.000, tepatnya berada di angka 9.092 orang, bertambah 94 kasus, Selasa (16/6). Padahal, PSBB transisi tengah diterapkan untuk mencegah laju penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.

Namun, kebijakan itu tampaknya belum mampu meredam jumlah kasus positif yang terus bertambah setiap harinya. Dalam sajian informasi yang diperoleh dari laman resmi corona.jakarta.go.id, tampak peningkatan yang cukup signifikan terkait pasien yang sembuh dari infeksi virus corona, yakni 4.329 orang.

Lalu, untuk yang meninggal pun tak meningkat seperti sedia kala, ada 583 orang. Laman tersebut juga menampilkan rinican lainnya, yakni 1.416 pasien dirawat di rumah sakit dan 2.764 orang isolasi mandiri di rumah. Sebelumnya, Senin (15/6), sebanyak 1.389 orang dirawat, 2.802 lainnya isolasi mandiri, sembuh 4.197, dan 580 orang meninggal.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun sejak tanggal 21 Januari lalu hingga kini, data yang ada pada laman tersebut mengalami peningkatan setiap harinya selama pandemi Covid-19 melanda ibu kota. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) atau mereka yang diduga terjangkit Covid-19 sampai saat ini ialah 56.714 orang.

Dari jumlah tersebut, 56.225 di antaranya dinyatakan negatif, sementara untuk 489 orang masih terus dipantau tenaga medis. Lalu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sampai hari ini berjumlah 13.966 orang, terdapat 1.211 pasien masih dirawat dan 12.755 lainnya dinyatakan sehat dan pulang.

Sementara itu, sebagai proses deteksi dini massal, tes cepat (rapid test) Covid-19 masih terus digiatkan oleh Pemprov DKI. Ini dilakukan dengan memprioritaskan orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memaparkan bahwa tes itu berlangsung di seluruh wilayah ibu kota (termasuk Kepulauan Seribu) dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Sasaran tes cepat juga ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu, dan pada ibu hamil.

“Adapun jumlah tes cepat yang sudah dilakukan sampai kemarin ialah 179.859 orang, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen. Dari jumlah tersebut, 6.640 dinyatakan reaktif dan 173.219 orang lainnya dinyatakan nonreaktif,” ujarnya melalui video konferensi pers.

Ia juga memaparkan bahwa hingga kemarin, ratusan ribu sampel telah diperiksa untuk melalui swab tes PCR (polymerase chain reaction), sebagai tindaklanjut dari hasil tes cepat yang reaktif. Satu pasien, lanjut Ani, dapat dites beberapa kali selama periode perawatan.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan tanggal 15 Juni 2020 sebanyak 211.411 sampel. Sedangkan, tes PCR per tanggal tersebut dilakukan pada 3.536 orang. Sebanyak 2.853 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 94 positif dan 2.759 negatif,” ucapnya. (ASF)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *