DPR Khawatir Sekolah Jadi Klaster Baru Covid-19

0
(0)

Jakarta – Ketua DPR, Puan Maharani, meminta pemerintah menyusun protokol teknis penyelenggaraan sekolah. Ini menyusul keputusan tahun Ajaran baru 2020/2021 dilanjutkan pada Juli 2020. Ia khawatir sekolah menjadi tempat penyebaran Covid-19 yang saat ini sudah mengjangkiti 40 ribu lebih di Tanah Air.

Menurut Puan, penerapan protokol kesehatan di rumah dan sekolah merupakan satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan. Mulai siswa berangkat dari rumah, di perjalanan, di sekolah, hingga kembali lagi ke rumah.

Semua titik-titik itu akan saling mempengaruhi. Apa yang terjadi di rumah bisa terbawa ke sekolah, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian, pemerintah harus mencarikan solusi tepat masalah itu agar sekolah tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Protokol kesehatan harus dibuat serinci mungkin dan mudah dipahami semua pihak. Agar sekolah tidak menjadi klaster penyebaran virus Covid-19,” kata Puan di Jakarta, hari ini (16/6).

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merilis pedoman pembelajaran dalam era new normal. Mendikbud, Nadiem Makarim, mengatakan, sekolah yang bisa melakukan aktivitas belajar mengajar dengan tatap muka hanya berada di zona hijau.

Nadiem menekankan, sekolah yang berada di zona hijau tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Persetujuan dari pemerintah daerah hingga kesiapan satuan pendidikan menjadi pertimbangan anak boleh mengikuti pembelajaran tatap muka atau tidak. (ASF)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *