Pemerintah Pelajari Kondisi Objektif Wilayah Episentrum Covid-19

0
(0)

Jakarta – Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto mengatakan saat ini pemerintah sedang mempelajari kondisi wilayah episentrum Covid-19 seperti Kota Surabaya, kemudian Makassar, termasuk kemudian Kalimantan Selatan. Ini untuk dihitung kembali, berapa yang sudah dilakukan tes per satu juta penduduk.

“Ini menjadi faktor pengukur yang lebih obyektif, kalau kemudian kita mau melihat kinerja secara keseluruhan, dari upaya kita bersama dalam menanggulangi Covid-19,” katanya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6).

Oleh karena itu, kembali lagi, kunci yang utama adalah memutuskan rantai penularan, dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. “Ini adalah kebiasaan baru, inilah kemudian tatanan hidup yang baru, yang harus kita lakukan, karena hanya dengan cara ini saja, kita bisa mengendalikan penularan dari satu orang ke orang yang lain,” jelas Yuri.

Di samping itu, pemerintah juga tengah melaksanakan arahan dari Presiden untuk melaksanakan tracing secara agresif dari semua kasus positif. Dari hasil tracing itu kemudian dilakukan pemeriksaan secara masif.

“Agar kita bisa mendapatkan kasus yang harus kita isolasi, karena kalau tidak, maka upaya kita untuk membendung dan memutuskan rantai penularan ini akan semakin berat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa data kasus dan penanganan Covid-19 berbeda dan tidak bisa dibandingkan dengan negara lain. Hal itu dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi seperti tingkat ancaman epidemiologisnya tidak sama.

“Tidak akan bisa secara utuh dibandingkan dengan negara lain, karena memang tingkat ancaman epidemiologisnya tidak sama,” kata Yuri. (SD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *