Ini Aturan Naik Ojek Daring saat PSBB Transisi di Jakarta

0
(0)

Jakarta – Ojek daring (odar) kini diperbolehkan beroperasi saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi diterapkan di ibu kota. Namun, para pengemudi dan penumpang diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

Berdasarkan pengalaman Indonesiainside.id, Sabtu (13/6), pengemudi dan penumpang kini harus mengenakan masker beserta sarung tangan. Penumpang juga diwajibkan untuk menjaga jarak dan membawa helm pribadi, jika tidak, pengemudi harus menyediakan helm yang steril atau sudah disemprot disinfektan serta menyediakan hand sanitizer.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pandemi virus corona (Covid-19) yang kini masih menghantui ibu kota. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Nomor 105 tahun 2020 tentang pengendalian sektor transportasi untuk pencegahan Covid-19 pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.

Operasional odar kini juga diatur dalam regulasi yang diteken oleh Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo, itu. Para pengemudi tidak diizinkan beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.

Sehingga, perusahaan aplikasi transportasi wajib menerapkan pengaturan geofencing (GPS), agar pengemudi odar tidak beroperasi pada wilayah tersebut. Mereka juga harus memakai jaket dan helm beridentitas nama perusahaan aplikasi serta menjaga kebersihan sepeda motor dengan melakukan disinfeksi secara rutin setiap selesai mengangkut penumpang. (SD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *