Obat Covid-19 Temuan Unair Dijamin Aman, Tapi Tidak Dijual Bebas

0
(0)

Jakarta – Tim peneliti gabungan dari Universitas Airlangga (Unair), BIN dan BNPB berhasil menemukan kombinasi obat yang efektif menghambat replikasi dan melawan virus corona. Kabar baiknya, obat ini sudah ada di pasaran dan dijamin keamanannya.

Penelitian yang dilakukan berhasil membuat regimen atau kombinasi obat yang dapat menghambat perkembangan virus corona.

“Jadi hasil penelitian kami melakukan pengawasan secara bertahap, mulai dari durasi 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Kombinasi obat membuat virus tersebut dari yang jumlahnya ratusan ribu, menjadi undetected (tidak terdeteksi),” ujar Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr. dr. Purwati, SpPD, K-PTI FINASIM, dalam konferensi pers di BNPB, Jumat (12/6).

Regimen atau kombinasi obat itu terdiri dari:

1. Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne

2. Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline

3. Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine

4. Hydroxychloroquine dengan azithromicyne

5. Hydroxychloroquine dengan doxycycline

Regimen kombinasi obat corona tersebut tidak untuk diperjualbelikan secara bebas. “Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara,” ujar dr Purwati.

Kombinasi regimen obat tersebut memiliki potensi dan daya efektifitas cukup bagus untuk membunuh virus. Dosis masing-masing obat dalam kombinasi tersebut yaitu 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut bila diberikan sebagai obat tunggal.

“Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” katanya, melansir rilis Unair, dikutip Sabtu(13/6).

Selain regimen kombinasi obat yang ditemukan, sejumlah peneliti Unair menemukan potensi dalam penelitian stem cell. Dr. Purwati juga menemukan dua formula yaitu Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells.

“Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut,” tuturnya.

Dengan demikian keduanya memiliki potensi dan efektifitas yang cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan virus SARS CoV 2.

Menurutnya, kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat.

Sementara itu Rektor Unair Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, juga memberikan penjelasan atas keberhasilan yang dilakukan oleh tim peneliti Unair.

“Kami akan mendukung penuh penelitian Unair terkait percepatan Covid-19 ini. Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dengan untuk membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat. Artinya Indonesia mampu jika kita semua bersatu dan melakukan ini bersama-sama,” kata Mohammad Nasih. (EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *