Anies Tak Segan-Segan Tutup Mal Jika Tak Patuhi Protokol Kesehatan

0
(0)

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak akan segan-segan menutup operasional pusat perbelanjaan modern atau mal yang tak mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, keselamatan warga harus tetap diutamakan di atas perekonomian.

Pernyataan itu disampaikan Anies saat meninjau Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara kemarin. Dia datang dalam rangka memenuhi undangan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta untuk menyaksikan simulasi pengelolaan pengunjung pada saat pusat perbelanjaan dibuka nanti.

Pemprov DKI Jakarta sudah menetapkan bahwa pada masa PSBB Transisi mulai 15 Juni pusat perbelanjaan bisa mulai beroperasi kembali. Catatannya, pengeloa harus menerapkan protokol kesehatan dan jumlah pengunjung harus dibawah 50 persen kapasitas.

“Bila ada yang melanggar ketentuan yang ada maka tidak Pemprov DKI tidak akan segan-segan untuk menutup operasi mal. Keselamatan warga adalah prioritas nomor satu,” ujar dia dikutip Jumat (12/6).

Anies menekankan, pengelola mal di DKI Jakarta harus memastikan pengujung dan pekerja aman dari penyebaran Covid-19. Sehingga baik pekerja maupun pengunjung pusat perbelanjaan nantinya harus disiplin mematuhi segala jenis protokol dari pihak pusat perbelanjaan.

“Hari ini kita menyaksikan simulasi protokol kesehatan di Emporium Pluit Mall. Mulai dari kamera deteksi suhu tubuh untuk masuk mal, pembatasan jumlah pengunjung 50 persen melalui QR Scan, serta pemberian tanda jarak aman antar pengunjung saat di lift dan eskalator,” katanya.

“Kami berharap pusat-pusat perbelanjaan lainnya dalam APPBI DKI Jakarta juga mematuhi standar protokol kesehatan yang sama. Tentu setiap pusat perbelanjaan punya desain dan alur keluar masuk yang berbeda-beda, bisa disesuaikan, saya berharap asosiasi memastikan mengikuti patokan yang kita lihat hari ini,” imbuh dia.

Dalam kunjunganya, Anies mengatakan, ada beberapa tempat usaha di dalam pusat perbelanjaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan masih dilarang. Tempat usaha itu diantaranya tempat bermain anak dan tempat permainan anak temporer.

Kemudian tempat kebugaran atau fitness center yang juga masih harus tutup ketika pusat perbelanjaan mulai buka. “Bioskop juga belum, kemudian pameran, pagelaran juga belum bisa. Function hall juga belum bisa, resepsi dan lain-lain belum bisa digunakan,” katanya. (SD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *