Ingin New Normal, Emang Sudah Siap?

0
(0)

Jakarta – Pemerintah tengah mengambil start pelonggaran PSBB di beberapa daerah untuk memasuki new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid-19. Langkah persiapan itu diklaim sebagai upaya agar masyarakat bisa beradaptasi dengan kondisi baru usah pandemi selama vaksin belum ditemukan. Tapi pertanyaannya, apakh sudah siap?

Saran anggota Komisi XI DPR, Puteri Anetta Komaruddin, perlu menjadi pertimbangan. Puteri mengingatkan pemerintag memastikan semua sudah siap sebelum menerapkan new normal. Ketentuan pelaksanaan new normal harus dikaji secara komprehensif berdasarkan data riil di lapangan dan analisis ilmiah.

Sinergi ketentuan tersebut dengan upaya pemulihan ekonomi di setiap sektor usaha pun tak boleh luput dari pertimbangan. Politkus Partai Gorkar itu mengatakan, kebijakan normal baru harus memastikan upaya pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 dan kebijakan penanggulangan penyebaran virus berjalan berdampingan dan saling mendukung satu sama lain.

“Jangan malah memberi dampak yang lebih buruk bagi sektor kesehatan dan ekonomi. Apalagi, urgensi protokol kesehatan yang ketat memang sangat perlu diperhatikan, mengingat fakta bahwa risiko penularan masih tinggi dan vaksin belum ditemukan,” kata Puteri di Jakarta, Jumat (5/6).

Dia meminta pemerintah terus membuka ruang diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat dalam perumusan ketentuan normal baru. Hal itu penting karena mempertimbangkan kemungkinan perbedaan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru, utamanya mereka yang hendak mempekerjakan kembali karyawannya dalam kondisi normal baru.

Menurut dia, pemulihan ekonomi masyarakat tidak akan serta-merta kembali seperti sedia kala, melainkan bertahap. Maka itu, panduan baru yang disusun pemerintah harus disesuikan dengan kondisi masyarakat dan dunia usaha. Misalnya, kata dia, protokol kesehatan untuk pelaku usaha dibedakan berdasarkan skala usahanya.

“Selain itu, pemerintah juga perlu memerhatikan entitas yang belum mampu memenuhi biaya untuk persiapan normal baru tersebut. Untuk itu, perumusan kebijakan normal baru perlu dibahas bersama-sama dan transparan untuk menciptakan kesepahaman dan kesepakatan dalam pelaksanaannya,” ucap dia.

Puteri berpendapat, keberhasilan melawan pandemi Covid-19 sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif dalam memenuhi protokol kesehatan. Menurut dia, tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 masih perlu ditingkatkan lagi.

“Untuk itu, saya rasa edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan dengan lebih masif dan berulang, baik mengenai Covvid-19 itu sendiri maupun ketentuan normal baru nantinya. Tentu saja pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan oleh aparat yang berwenang perlu terus dilaksanakan untuk memastikan bahwa masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” ucap Puteri. (ii)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *