Waspadalah, Kota Surabaya Sudah Zona Hitam!

0
(0)

Surabaya – Kasus corona di Indonesia hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Peningkatan kasus positif yang sebelumnya diduduki DKI Jakarta kini telah diambil oleh Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur mencatatkan jumlah kenaikan kasus harian positif covid-19 terbanyak sejak presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama dan kedua pada 2 Maret 2020 lalu.

Waspadalah kota Surabaya sudah beralih ke zona hitam. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso menganggapi penetapan Surabaya sebagai Zona Hitam ini. Hanya saja, menurut Kohar, warna zona untuk Surabaya hanya lebih gelap dari daerah lainnya.

“Itu belum hitam sebenarnya, lebih kearah merah tua. Tapi warnanya lebih gelap dari daerah lainnya,” ujar Kohar saat dihubungi Surabaya Pagi pada Senin (1/5/2020).

Kohar juga mengatakan jika indikator utama penetapan warna zona untuk kota Surabaya adalah jumlah pasien positif Covid-19, atau tingkat kepadatan dari pasien positif di kota Surabaya.

“Penetapan warna zona pada peta persebaran merujuk pada tingkat kepadatan pasien positif di daerah tersebut. Karena Surabaya paling banyak, jadi ya lebih gelap dari daerah lainnya,” katanya.

Dirinya juga menambahkan bahwa indikator penetapan lainnya adalah jumlah kasus pasien positif di Surabaya mencapai 54% dari total jumlah kasus di Jawa Timur.

Mall dan Warkop

Ramai ‘Hitamnya’ wilayah kota Surabaya saat ini ternyata tidak berpengaruh pada warga kota Surabaya. Ini bisa dilihat dari ramainya pengunjung di salah satu mall di daerah Jl. Bubutan Kota Surabaya. Tidak sedikit pengunjung yang mengantri di salah satu kasir di tempat departement store di sana.

Ara, salah satu pengunjung departement store tersebut mengaku bila dirinya bosan berada dirumah terus menerus.

“Saya bosen aja mbak di rumah. Ini saya cari diskonan gitu, lumayan buat ganti. Kalau takut sama Corona ya udah lama, tapi kan masuk juga diperiksa. Saya yakin aman-aman aja selama mall ini juga mematuhi protokol kesehatan” ungkapnya, Senin (1/6/2020).

Tidak hanya di mall, warung kopi (warkop) yang biasa dikunjungi pengunjung juga ramai seperti tidak ada ketakutan dengan virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut.

Salah satunya warkop yang berada di daerah Manukan tersebut tetap ramai. Tidak hanya dikunjungi oleh pengunjung yang membeli kopi, tetapi juga anak-anak muda yang bermain biliard di warkop tersebut.

“Takut apa mbak? Wong lama-lama ya biasa aja. Penghasilan di kerjaan juga menurun, semoga ada solusi lah mbak. Pusing saya juga di rumah dengar keluarga sambat” terang Widyo, salah satu pengunjung warkop tersebut.

Di singgung soal ketakutan penjual di masa PSBBB ini, penjual tersebut mengaku was-was namun tuntutan ekonomi membuat penjual harus tetap buka.(sp)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *