Pabrik Yamaha Motor Kembali Beroperasi Dua Hari Jelang Akhir PSBB DKI

0
(0)

Jakarta – Usai meliburkan karyawan sejak 20 Mei lalu, hari ini pabrik motor ternama asal Jepang kembali beroperasi atau dua hari jelang berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Beroperasinya PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang berada di Jalan dr KRT Radjiman Widyodiningrat, Jakarta Timur menjadi rasa syukur dan kewaspadaan.

Berdasarkan pantauan Indonesiainside.id di lokasi, sejumlah karyawan tampak keluar-masuk mengenakan alat pelindung diri yang kini wajib digunakan, yakni masker. Hanya saja, mereka menutup seragam kebesarannya dengan jaket atau mendobel dengan kaus, sweater, atau lainnya. Namun, celana biru dongker khas buruh Yamaha masih tetap tampak dan mudah untuk dicirikan.

“Sebagian (karyawan) masuk hari ini, sebagian lagi tanggal 4 Juni 2020. Di dalam (pabrik) kami juga menjaga jarak, tidak boleh berdekatan dan diwajibkan pakai masker,” ujar salah satu karyawan yang ditemui di lokasi, Selasa (2/6).

Sementara, karyawan lain juga mengaku tidak melakukan aktivitas normal seperti biasa sejak pagi hari. Dia menerangkan, truk-truk kontainer yang biasa membawa barang kebutuhan untuk produksi belum sepenuhnya beroperasi normal. Alhasil, sekitar pukul 14.00 WIB karyawan tersebut pulang ke indekosnya.

“Dari pagi ngobrol-ngobrol saja dan ngopi. Namun, karena menimbulkan kerumunan akhirnya manajer menyuruh untuk pulang. Kalau di bagian lain masih pada kerja,” ungkap karyawan yang mengaku ditempatkan di bagian ekspor.

Dari informasi yang diterima, para karyawan tidak diperkenankan istirahat ke luar pabrik untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19. Para buruh diminta agar membawa bekal dari rumah atau membeli makan siang sebelum masuk pabrik.

Langkah tersebut menunjukkan kepedulian PT YIMM terhadap keselamatan masyarakat sekitar pabrik dari ancaman virus corona. Mengingat, mayoritas buruh Yamaha berasal dari luar lingkungan tempat pabrik mereka berdiri.

Untuk itu kebijakan melarang buruh keluar pabrik saat istirahat patut diapresiasi. Sayangnya, manajemen PT YIMM enggan memberikan keterangan kepada Indonesiainside.id terkait mulai aktifnya pabrik usai libur lebaran.

Di sisi lain, para penjual makanan di sekitar kawasan pabrik terut merasakan dampaknya. Sore ini, tampak pekerja yang hendak kembali ke rumah atau indekos menyempatkan diri mampir ke warung bahkan singgah ke para pedagang kaki lima.

Meski tak banyak yang makan di tempat, setidaknya ada karyawan yang bersedia untuk berbagi rezeki dengan mereka. Hal itu dirasakan penjual gorengan dan sejumlah rumah makan saat jam pulang kerja.

“Lumayan mas ada pemasukan, mereka masuk (kerja) kita juga senang. Meski tidak banyak, yang penting laku,” ujar Zul, salah satu penjual di sekitar kawasan tersebut.

Meski begitu, aktifnya PT YIMM di tengah Covid-19 tetap menimbulkan rasa khawatir bagi masyarakat di lingkungan pabrik. Pasalnya, buruh Yamaha berasal dari berbagai wilayah di Jakarta hingga Bekasi.

“Kalau Yamaha percaya di dalam pasti ketat, orang Jepang kan disiplin. Namun, khawatirnya banyak karyawan mereka itu dari luar, orang sini dikit sekali yang bekerja di Yamaha, soalnya disiplin hanya berlaku di lingkungan pabrik saja tidak sampai di luar,” ungkap salah satu warga, Unang. (ii/GUS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *