Asosiasi Haji dan Travel Desak Menag Duduk Bersama Bahas Pembatalan Haji

0
(0)

Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) diminta duduk bersama dengan asosiasi haji guna membahas pembatalan pemberangkatan haji pada tahun 2020 ini. Himbauan ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu) Fuad H Mansyur hari Selasa (2/6).

“Kami dapat memaklumi keputusan itu. Apalagi pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resminya,” ujar Fuad dalam telekonferensi di Jakarta.

Pernyataan Fuad disampaikan tidak lama setelah Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji pada musim haji 2020/1441 Hijriah karena pandemi Covid-19. Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494/2020. Sesuai dengan amanat undang-undang selain persyaratan ekonomi dan fisik, kesehatan dan keselamatan jamaah haji harus diutamakan mulai dari embarkasi, di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air.

Fuad menambahkan Kemenag sebelum memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji, hendaknya duduk bersama atau berdiskusi dulu dengan asosiasi travel. “Asosiasi travel juga memberangkatkan jamaah untuk berangkat haji yakni melalui program haji khusus,” tambah dia.

Pembatalan pemberangkatan tersebut, kata dia, juga menyangkut banyak pihak. Ada pihak ketiga yakni asosiasi travel haji dan umroh yang hendaknya diajak untuk berembuk.

“Kami memahami bahwa haji reguler merupakan hak pemerintah. Tentunya kami sebagai penyelenggara haji khusus, pemerintah mengajak kami untuk bersama menanggulangi permasalahan yang dihadapi. Tentunya berbeda antara pemberangkatan reguler dan khusus,” jelas dia.

Fuad juga menjelaskan bahwa pihak travel sebelumnya telah mengadakan kontrak untuk jangka waktu panjang. Paling tidak setahun sebelumnya sudah melakukan kontrak dengan pihak hotel maupun katering. Meski demikian, Fuad tidak menyampaikan berapa banyak potensi kerugian akibat pembatalan pemberangkatan haji itu. Namun potensi perputaran uang pada pelaksanaan haji khusus tersebut sekitar 200 juta hingga 300 juta dolar AS.

Terdapat sekitar 350 asosiasi travel yang ada di Tanah Air. Fuad menambahkan meski berpotensi mengalami kerugian, pihaknya akan menaati keputusan pemerintah tersebut. Dalam telekonferensi tersebut, hadir sejumlah perwakilan travel yakni Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji ( Himpuh) Baluki Ahmad, Ketua Umum Kesatuan Haji dan Umrah Republik Indonesia ( Kesthuri) Asrul Aziz Taba, dan Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound- Indonesia (Asphurindo) Lukman Nyak Neh. (NE/ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *