Ada 7.383 Kasus Positif Covid-19 di Jakarta, 2.246 Pasien Sembuh

0
(0)

Jakarta – Jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta melampaui angka 7.000 atau tepatnya 7.383 pada, Senin (1/6). Dari ribuan kasus tersebut, sebanyak 2.246 orang dinyatakan sembuh dari virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina itu.

Data tersebut dilansir Indonesiainside.id dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yakni corona.jakarta.go.id. Pada laman tersebut juga dilampirkan saat ini ada 521 orang meninggal dunia, 1.794 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 2.822 lainnya mengisolasi mandiri di rumah.

Kemarin, Ahad (31/5), terdapat 2.102 orang dinyatakan sembuh, 520 orang meninggal dunia, 1.823 pasien dirawat di rumah sakit, dan 2.827 isolasi mandiri di rumah. Jika dikumulasikan, terdapat 111 kasus tambahan dibanding hari sebelumnya.

Masih dari sumber yang sama, untuk jumlah orang tanpa gejala (OTG) ada sebanyak 18.467, orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 15.705, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 10.995. Sementara, Pemprov DKI masih terus melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19 sebagai proses deteksi dini massal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan tes cepat berlangsung di seluruh wilayah Ibu Kota termasuk Kepulauan Seribu dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Langkah tersebut dilakukan dengan memprioritaskan orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

“Adapun jumlah tes cepat yang sudah dilakukan sampai kemarin ialah 143.091 orang, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen. Dari jumlah tersebut, 5.682 dinyatakan reaktif dan 137.409 orang lainnya dinyatakan nonreaktif,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (1/6).

“Tentu sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku terhadap 5.682 orang yang dinyatakan reaktif, akan ditindaklanjuti dengan swab tes PCR (polymerase chain reaction). Dengan demikian, hasilnya sesuai dengan apa yang diatur di dalam protokol kesehatan,” tuturnya.

Widyastuti juga memaparkan bahwa hingga kemarin, ratusan ribu sampel telah diperiksa untuk melalui tes PCR. Dia menuturkan, satu pasien dapat dites beberapa kali selama periode perawatan.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan tanggal 31 Mei 2020 sebanyak 152.436 sampel. Sedangkan, tes PCR per tanggal tersebut dilakukan pada 1.965 orang. Sebanyak 1.607 di antaranya dilakukan tes untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 111 positif dan 1.496 negatif,” ungkapnya. (ii/GUS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *