Masih PSBB, Penumpang Commuter Berdesak-Desakan

0
(0)

Jakarta – DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Depok masih memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Protokol kesehatan para pengemudi sepeda motor dan mobil diberlakukan, secara ketat. Tetapi hal tersebut tidak terjadi di Commuter dari berbagai jurusan.

Protokol keehatan itu, untuk penumpang Commuter dari berbagai jurusan adalah kursi panjang yang biasanya diisi 7 penumpang, sejak diberlakukannya PSBB, diisi 4 penumpang, kursi pendek yang normalnya diisi 3 penumpang kini diisi 2 penumpang. Yang berdiri pun, jika mengacu kepada protokol kesehatan, antar penumpang berjarak 1 meter. Faktanya, di jam-jam pagi ketika para penumpang pergi bekerja, dan jam-jam pulang di sore hari, protokol kesehatan tak lagi jadi pegangan.

Lihatlah hari ini, Selasa (2/6) penumpang dari arah Bogor menuju stasiun Kota atau stasiun Tanah Abang cukup padat. Begitu pula sore harinya, ketika para penumpang pulang kerja, kepadatan yang melanggar aturan PSBB, tak lagi bisa dbendung. Petang hari ini, Selasa pukul 18.00, dari stasiun transit Duri menuju Bogor, penumpang membludak. Sejak dari Duri sampai Depok, penumpang yang berdiri padat tak lagi berjarak, berdempet-dempetan. Kondisinya sedikit longgar ketika sudah melintasi stasiun Depok Lama. Para petugas di dalam gerbong kereta juga tak bisa berbuat apa-apa.

Londisi inilah yang membuat Walikota Bogor dan Walikota Depok meminta agar selama PSBB, Commuter dihentikan operasionalnya. “Selama Commuter tetap jalan, PSBB tidak bisa berjalan secara maksimal,” begitu kata Mohammad Idris, Walikota Depok. Hal senada juga diutarakan oleh Bima Arya Sugiarto, Walikota Bogor yang pernah terpapar Covid-19, itu.

Tetapi, permintaan para walikota tersebut tak disetujui oleh kementrian Perhubungan. Akibatnya, para petugas yang ada di jalan raya, selama PSBB, sibuk memelototi para pengendara sepeda motor dan para penumpang mobil, tetapi mereka tak bergeming melihat kenyataan di moda Commuter yang jelas-jelas melanggar protokol kesehatan. Meskipun para penumpang Commuter memakai masker, tetapi untuk jam-jam berangkat dan pulang kantor ternyata tidak bisa menjaga jarak, berdempet-dempet, bersenggol-senggolan. (HMJ)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *