Setelah Tiga Hari Nihil, Kemarin Empat Pasien Covid-19 Jakarta Meninggal

Jakarta – Jumlah kasus positif Covid-19 di ibu kota hampir menembus angka 7.000, atau persisnya berada di angka 6.929 orang, Kamis (28/5). Dari total pasien yang terinfeksi virus corona di Jakarta, 1.719 orang dinyatakan sembuh, dan 514 lainnya meninggal dunia.

Data tersebut dilansir dari laman resmi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) Jakarta, corona.jakarta.go.id. Laman itu juga menampilkan sebanyak 2.055 pasien dirawat di rumah sakit dan 2.641 orang isolasi mandiri di rumah. Sehari sebelumnya, data di laman tersebut menunjukkan, sebanyak 2.043 pasien dirawat, 2.584 lainnya isolasi mandiri, sembuh 1.689, dan 510 orang meninggal.

Dengan demikian, ada tambahan empat penderita Covid-19 yang meninggal. Padahal, selama tiga hari berturut-turut sebelumnya, tidak ada penderita Covid-19 di Jakarta yang meninggal

Jika diakumulasikan, ada 103 kasus tambahan dari total kemarin, Rabu (27/5). Ada peningkatan yang cukup signifikan terkait orang yang sembuh dari virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina itu.

Lalu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) atau mereka yang diduga terjangkit Covid-19 sampai saat ini ialah 30.704 orang. Dari jumlah tersebut, 29.958 di antaranya dinyatakan negatif, sementara untuk 746 orang masih terus dipantau tenaga medis.

Selanjutnya, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sampai hari ini berjumlah 9.577 orang, terdapat 1.005 pasien masih dirawat dan 8.572 lainnya dinyatakan sehat dan pulang. Sementara itu, Pemprov DKI masih terus melakukan tes cepat Covid-19 sebagai proses deteksi dini massal.

Tindakan dilakukan dengan memprioritaskan orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa tes itu berlangsung di seluruh wilayah ibu kota (termasuk Kepulauan Seribu) dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

“Adapun jumlah tes cepat yang sudah dilakukan sampai kemarin ialah 136.854 orang, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen. Dari jumlah tersebut, 5.665 dinyatakan reaktif dan 131.189 orang lainnya dinyatakan nonreaktif,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Indonesiainsideid.

“Tentu sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku terhadap 5.665 orang yang dinyatakan reaktif, akan ditindaklanjuti dengan swab tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Dengan demikian, hasilnya sesuai dengan apa yang diatur di dalam protokol kesehatan,” tuturnya.

Ani juga memaparkan bahwa hingga kemarin, ratusan ribu sampel telah diperiksa untuk melalui tes PCR. Ia menuturkan, satu pasien dapat dites beberapa kali selama periode perawatan.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan tanggal 27 Mei 2020 sebanyak 138.476 sampel. Sedangkan, tes PCR per tanggal tersebut dilakukan pada 2.365 orang. Sebanyak 1.061 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 103 positif dan 958 negatif,” paparnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *