Jelang New Normal, Polisi Tenteng Senjata Disiplinkan Penumpang KRL

Jakarta – Aparat keamanan dari TNI-Polri sudah tampak berjaga di stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) di Jakarta. Hal itu guna menindak lanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengerahkan TNI-Polri ke 1.800 titik keramaian di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota. Tindakan ini dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan menuju kondisi new normal.

Di setiap stasiun rata-rata 15 anggota TNI dikerahkan dan 2 dua anggota Polri. Jumlah tersebut tergantung dari pihak stasiun. Polisi berjaga lengkap dengan senjata laras panjang. Sementara anggota TNI hanya dilengkapi pengeras suara untuk meminta calon penumpang menjaga jarak, serta mengatur siapa yang naik terlebih dahulu dan yang harus menunggu kereta berikutnya.

“Iya (senjata itu sudah SOP), tapi alhamdulillah semua calon penumpang sejauh ini tertib, pakai masker, jaga jarak. Kita juga humanis saat menegur. Insya Allah 90 persen masyarakat sudah tertib,” kata salah seorang anggota Polri yang tak ingin disebutkan namanya.

Pantauan Indonesiainside.id di Stasiun Manggarai, sejak pukul pukul 15.00 WIB penumpang makin ramai. Kendati begitu, mereka terlihat tertib dan mengikuti arahan dari aparat keamanan yang berjaga. “Tolong jaga jarak, physical distancing, pakai masker, jangan berdesak,” imbau salah Baidowi, anggota TNI, dari pengeras suara.

Penumpang ramai juga terpantau padat di beberapa stasiun seperti Stasiun Tebet hingga Stasiun Pasar Minggu. Namun, mayoritas masyarakat tertib mengikuti imbauan petugas keamanan yang berjaga.

Saat memasuki stasiun calon penumpang diperiksa suhu tubuh oleh petugas lengkap dengan masker dan face shield. Calon penumpang juga diwajibkan menggunakan masker. Mereka mengikuti aturan langsung diarahkan untuk keluar stasiun.

Berdasarkan informasi dari petugas lapangan KRL, keramaian terjadi sejak hari Raya Idul Fitri. Ini karena beberapa kantor mulai menerapkan aturan kerja baru setelah pemerintah berencana memberlakukan new normal. Sehingga, kepadatan penumpang yang ingin bekerja tidak bisa terhindarkan. (CK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *