Sering Keluar Rumah, Puluhan Anak Positif Corona

0
(0)

Mataram: Muncul dugaan anak-anak yang sering keluar rumah lebih berpotensi terpapar virus corona jenis baru atau Covid-19. Hal ini sebagaimana terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dimana puluhan anak telah dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengungkapkan, 77 anak di NTB dinyatakan positif Covid-19.

“Dari jumlah positif COVID-19 di NTB, 77 orang di antaranya anak-anak. Didominasi bayi dan balita, bahkan tiga di antaranya meninggal dunia,” ungkapnya, Kamis (28/5/2020).

Ia menjelaskan, banyaknya anak-anak yang terpapar Covid-19 karena secara imunitas mereka belum sempurna. Kasus anak positif di NTB pun menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Kenapa kasus anak-anak meningkat karena secara tubuh bayi dan balita secara imunitas belum sempurna sehingga gampang tertular,” jelasnya.

Dokter Eka mencontohkan dalam kasus pasien balita asal Desa Jeringo, Kabupaten Lombok Barat, tertularnya tidak melalui kedua orang tuanya melainkan akibat diajak keluar rumah.

“Kedua orang tuanya pas diperiksa negatif. Kuat dugaannya anaknya terkena saat dibawa oleh orang tuanya sering ke pasar,” bebernya.

Maka dari itu menurut dia, cara terbaik menghindarkan anak-anak terpapar Covid-19, adalah para orang tua sebaiknya tidak mengajak anak-anak keluar rumah melainkan harus tetap di dalam rumah.

“Meski anak-anak dilengkapi masker seyogianya tidak boleh diajak keluar rumah. Apalagi masih bayi. Maksimal anak-anak itu memakai masker hanya satu jam lebih dari itu tidak boleh. Kenapa tidak boleh berlama-lama pakai masker karena napas bayi pendek tidak seperti orang dewasa,” jelasnya.

Menurutnya, meski kasus anak positif Covid-19 tertinggi kedua di Indonesia setelah Jatim, NTB menjadi model contoh nasional merujuk rekomendasi pemerintah pusat melalui Ikatan Dokter Anak Indonesia (Idai). Pasalnya, semua anak yang kena pnemunonia dimasukkan ke dalam pasien dalam pengawasan (PDP) sehingga ditangani intensif oleh tenaga medis serta dimasukkan ke ruang isolasi.

“Dengan demikian, mereka akan ditangani secara medis dan perawatannya dilakukan di ruang isolasi di semua fasilitas kesehatan di NTB,” ucap Eka.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Covid-19 dengan tidak keluar rumah, memakai masker, mencuci tangan, dan menerapkan jaga jarak.

“Selain itu juga diharapkan masyarakat tidak menganggap remeh Covid-19 maupun abai terhadap anjuran pemerintah. Hal ini tidak lain untuk mencegah lebih banyak lagi masyarakat, termasuk di dalamnya anak-anak terpapar COVID-19,” tutupnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *