Anies Pastikan Penegakan Pergub 47 Tahun 2020 Berjalan Baik

0
(0)

Jakarta – Gubernur Anies Baswedan beserta jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), satuan polisi pamong praja (Satpol PP), dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, memantau langsung giat pembatasan mobilitas orang ke Jakarta di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (26/5).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2020, setiap masyarakat yang akan datang atau pergi dari dan ke Jakarta harus mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM). “Sekali lagi dipesankan kepada masyarakat yang tidak memiliki kegiatan kedinasan di 11 sektor yang diizinkan selama PSBB, tidak akan dizinkan untuk masuk wilayah Jakarta,” kata Anies.

“Untuk dapat izin tentu harus mengurus. Namun, izin ini hanya untuk mereka yang memiliki kedinasan,” ujarnya.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menyaksikan langsung penegakan regulasi tersebut dilaksanakan dengan baik melalui koordinasi seluruh pihak lintas daerah, baik dari Pemprov DKI (Dishub, Satpol PP, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya) bersama jajaran Pemprov Jawa Barat (Dishub Jawa Barat, Polda Jawa Barat serta Kodam Siliwangi).

“Tadi saya lihat di proses pengecekan dilakukan secara disiplin. Bagi yang tidak punya izin langsung diputarbalikkan untuk kembali. Karenanya bagi seluruh masyarakat bila tidak memiliki surat izin, bila tidak memiliki kedinasan, maka tunda dulu keberangkatan Jakarta. Daripada memaksakan berangkat dan harus diputar balik ke daerah asal,” tegasnya.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk melindungi dan menghargai upaya seluruh masyarakat Jakarta yang selama lebih dari dua bulan terkahir menjalani masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pergerakan orang saat arus balik dikhawatirkan berpotensi menaikkan kembali angka kasus penularan Covid-19 selama masa dua pekan penentuan yang ditargetkan menjadi PSBB penghabisan.

“Bagi mereka yang dikembalikan mungkin merasa tidak nyaman. Tapi lebih tidak nyaman lagi bagi jutaan warga Jakarta bila ini kita biarkan. Bila kita biarkan orang keluar masuk itu artinya kita tidak menghargai kerja keras jutaan orang yang berada di rumah selama 2 bulan. Cara kita menghargai kerja keras mereka adalah dengan melindungi wilayah Jakarta dari keluar masuk masyarakat,” ungkapnya.

Melihat penegakan regulasi yang berjalan dengan sangat ketat dan displin, Anies mengapreasiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama. Ia berharap, langkah ini dapat membawa Jakarta menuju transisi ke normal baru, sehingga PSBB tak perlu diperpanjang.

“Saya sampaikan apreasiasi kepada Polda Jabar, Kodam Siliwangi, Jajaran Pemprov Jabar, Dishub Jabar khususnya dan juga jajaran Kodam Jaya, Polda Metro Jaya yang telah mendukung Pelaksanaan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 ini. Insya Allah kita bisa kembali ke normal baru, berkegiatan seperti semula,” tuturnya.



Sebelumnya, ia menyatakan bakal siap memaparkan hasil dari penerapan PSBB di ibu kota. Anies menyebut perpanjangan masa PSBB di DKI Jakarta tergantung pada masyarakat.

“Jadi para ahli saat ini mengumpulkan semua datanya, memantau terus. Insya Allah, akhir pekan ini kita akan punya informasinya dan pada saat itu nanti kita akan sampaikan kepada masyarakat kerja bersama kita ini hasilnya seperti apa,” ujarnya di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat.

“Jadi nanti sesudah itu kita akan sampaikan protokol-protokol khusus untuk DKI Jakarta. Karena, setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu yang telah ditentukan, ia berharap masyarakat meningkatkan kedisplinannya soal menjaga jarak, dan tetap berada di rumah. Jika masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan, lanjut Anies, masa PSBB tak akan diperpanjang, jika tidak, masyarakat masih harus menjalani pembatasan besar-besaran.

“Yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak sebenarnya bukan pemerintah, bukan para ahli, tapi perilaku masyarakat. Apabila semua taat, PSBB bisa berakhir. Kalau tidak, ya PSBB harus diperpanjang. Kami berkepentingan untuk semua masyarakat menaati secara disiplin, sehingga pada saat siklus 14 hari terakhir perpanjangan PSBB tidak perlu diperpanjang, karena PSBB di Jakarta berakhir tanggal 4 Juni,” urainya. (ASF)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *