Anak Tertular Covid-19, Pembukaan Sekolah Harus Dikaji

Jakarta: Kasus anak-anak tertular Covid-19 terbilang masih tinggi. Kebijakan new normal di bidang pendidikan dan wacana pembukaan aktivitas belajar mengajar di sekolah pada 13 Juli nanti pun pun diminta untuk dikaji ulang.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. dr. Aman Bhakti Pulungan, menilai seharusnya kebijakan new normal di sekolah ditimbang baik-baik.

“Anak ini kan tertular dari dewasa, kasus anak ya masih di atas 100. Kita melihat bahwa angkanya bagi kami anak itu masih meningkat tiap minggu baik meninggal, kasus baru, maupun PDP. Jadi lebih baik difikirkan dulu,” bebernya kepada RRI, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya jika banyak yang menganggap imun anak-anak lebih kuat daripada orang tua, hal itu merupakan dugaan yang salah.

“Jangan coba-coba buat anak, anak ini buat sekolah bukan pergi ke mall, kantor,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Indonesia saat ini tengah bersiap menyambut era new normal. Persiapan dilakukan meliputi berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perkantoran, maupun pendidikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, yakni pada 13 Juli 2020.

Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa ia belum mengambil keputusan terkait itu. Nadiem mengaku pihaknya masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Kabar tentang pembukaan aktivitas sekolah pada Juli nanti pun dipastikannya hoaks.

Terkait itu, Aman Bhakti Pulungan menyebut jika memang kebijakan tersebut harus diterapkan, maka pemerintah harus mempersiapkan berbagai protokol kesehatan yang sangat banyak, detail dan konsen.

“Lingkungannya harus disiapkan, gurunya harus disiapkan, preparing tempatnya, physical distancingnya harus disiapkan, ruang meeting, pantry, toiletnya, screening, trainning untuk murid sama gurunya, banyak sekali, termasuk kantinnya, kapan makan, kapan pulangnya,” katanya.

“Jadi, dirapatkan dulu saja,” pungkasnya.(ini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *