Kemendikbud Lemah Atasi Problem Pembelajaran di Masa Pandemi

0
(0)

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) minim kolaborasi dengan berbagai institusi dalam mengatasi problem pembelajaran di tengah Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) menganggap biasa-biasa saja.

“Dari sisi kolaborasi, pandemi Covid-19 terlihat betul lemahnya kemampuan Kemendikbud berkolaborasi. Misalnya, melakukan kolaborasi dengan BUMN dan Telkomsel, seharusnya tidak susah dan bisa membuat jaringan menjadi lebih mudah di masa Covid-19,” kata Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim.

Sebanyak 58 persen responden memberikan nilai C atau menganggap kemampuan kemendikbud membangun kolaborasi di semester pertama biasa-biasa saja, sementara 13,7 persen memberikan nilai D atau kemampuan Kemendikbud membangun kolaborasi masih belum baik dan parahnya ada 4,8 persen memberikan nilai E dan yang menyatakan bahwa kemampuan kemdikbud membangun kolaborasi masih buruk.




“Dari survei ini terlihat betul bahwa biasa saja karena kita tidak menemukan model kolaborasi yang baik di Kemendikbud dengan institusi lain,” tuturnya.

Bahkan Kemendikbud dianggap berlepas tangan dengan menyerahkan proses belajar kepada layanan pendidikan berbayar diawal-awal pandemi.

“Kita melihat kolaborasi itu tidak terjadi, yang ada justru terserah. Seperti hastag Indonesia Terserah, mungkin di Kementerian seperti itu. Guru mau bikin apa terserah, ini model Kemendikbud sebenarnya terserah,” ungkapnya. (MSH)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *