Penyelundupan 8,5 Kilogram Sabu-Sabu di Jakarta Tercium Aparat, 5 Pelaku Diciduk

0
(0)

Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan jumlah yang cukup mengejutkan. Barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian mencapai 8,5 kilogram.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, mengatakan bahwa ada 5 pelaku yang ditangkap di beberapa tempat. Mereka berinisial RW (34 tahun), IN (28 tahun), EI (45 tahun), MA (52 tahun), dan TA (34 tahun).

“Para tersangka diamankan secara bersamaan di dua lokasi berbeda. Tempat kejadian perkaranya di SPBU Shell, Jalan Ciputat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan di Kebon Kopi Pengasinan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/5) lalu,” ujarnya saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (20/5).

Heru memaparkan, barang haram tersebut didistribusikan melalui kotak pegiriman makanan dari salah satu gerai cepat saji ternama. Ia menduga, narkoba ini dikirim dari Malaysia melalui jalur laut, rutenya disinyalir via Sumatera.

“Ini kamuflase saja, mereka menggunakan kotak pengiriman McDonald’s agar tak kelihatan petugas. Ini melibatkan jaringan internasional dan produksi luar negeri, mereka hanya kurir sebab pabriknya berada di luar negeri,” paparnya.

Ternyata, sindikat yang sudah beraksi lebih dari setahun ini masih satu jaringan dengan penyelundup 11,5 kilogram yang diungkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Jadi, barang haram dari kelompok mereka ini, totalnya sudah mencapai 20 kilogram sabu-sabu.



Target penjualan mereka adalah melalui pengecer yang kemudian disuplai kepada pembeli perorangan. Sebab, mayoritas tempat hiburan malam tutup di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Karena klub malam tak buka mereka pakai pengecer menggunakan bungkusan kecil. Ini korbannya bisa mencapai 8 ribu orang, kalau orang kena narkoba imunitas melemah dan kemungkinan terkena virus corona semakin besar,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Afandi Eka Putra, mengatakan modus menggunakan tas makanan ini merupakan modus baru. Namun, Afandi menegaskan, sindikat ini tak ada hubungannya dengan salah satu gerai cepat saji ternama itu.”Jadi dia pura pura saja pakai itu. Sekali masuk ke tas, bisa muat sampai 6 kilogram,” urai Afandi.

Para tersangka dikenakan pasal berlapis. Mereka dijerat dengan pasal 114 (2) Sub 112 (2) Jo Pasal 132 (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.(PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *