Perdospi Tak Setuju Pembukaan Kembali Penerbangan oleh Kemenhub

0
(0)

Jakarta – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (PERDOSPI) angkat bicara mengenai kebijakan dibukanya kembali transportasi umum, khususnya pesawat terbang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). PERDOSPI menuturkan adanya pelanggaran physical distancing yang dilakukan oleh masyarakat di bandara, tidak hanya cerminan ketidaksiapan masyarakat dalam merubah perilaku mencegah Covid-19, namun juga ketidaksiapan otoritas dan pemberi pelayanan kebandaraan.

Selain itu, PERDOSPI mengatakan terdapat celah yang ditemukan dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 6 Mei 2020. “Tidak seharusnya membuat pelaksana di bandara dan kabin pesawat menjadi bingung atau hilang arah, karena semua stakeholders seharusnya berpedoman kepada dasar awal yaitu penerapan social / physical distancing,” kata PERDOSPI dalam keterangan resminya, Senin (18/5).

PERDOSPI juga menggarisbawahi mengenai keberadaan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara. Mereka mengatakan, tidak seharusnya alasan keterbatasan jumlah personil menjadi alasan digantikannya petugas bandara oleh otoritas lain yang bukan wewenang dan tupoksinya.




Selain adanya penolakan dari berbagai elemen masyarakat, anggota Ombudsman, wakil rakyat, dan pejabat terkait, PERDOSPI menilai penolakan juga datang dari organisasi perusahaan penerbangan internasional (IATA). Mereka menuturkan, penerapan physical distancing di kursi pesawat tidak serta merta merupakan justifikasi pelonggaran terhadap aturan pencegahan penularan Covid-19 di pesawat.

“Namun justru harus menjadi penambahan pengetatan aturan lainnya. Seperti pemakaian masker yang baik dan benar, pembatas pergerakan di dalam kabin pesawat, dan lain-lain,” ujar mereka.

Justru, berbagai fenomena bertolakbelakang dengan aturan pun terjadi. Banyak maskapai yang melanggar aturan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 tahun 2020, dimana maskapai tidak boleh membawa penumpang hingga lebih dari 50% dari total kursi pesawat.

Maka dari itu, pencegahan penularan virus Covid-19 di bandar udara dan kabin pesawat harus menjadi program utama dari seluruh otoritas penerbangan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *