Lemahnya Kepemimpinan Membuat Penanganan Covid-19 Tak Karuan

0
(0)

Jakarta – Kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dinilai payah dan membuat publik ragu. Padahal, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merupakan unsur penting dalam menghadapi situasi krisis.

“Ini tak lepas dari urusan leadership. Lihat saja, moment hari ini yang seharusnya bisa digunakan untuk mempersatukan satu sama lain, justru malah banyak yang jalan sendiri-sendiri,” ujar Pemred Koran Tempo, Budi Setyarso dalam diskusi daring bertajuk Mengawal Bansos dan Dana Covid-19: Partisipasi Masyarakat, Peran Media, dan Inisiatif Bersama yang dipantau di Jakarta, Senin (18/5).

Dia menjelaskan, lemahnya kepercayaan publik menimbulkan berbagai kendala dan permasalahan dalam pengelolaan krisis. Masyarakat berisiko menjadi bingung karena kebijakan yang berbeda antara yang satu dan yang lainnya di kalangan pemerintah.




Salah satu kebijakan yang disoroti adalah pemberian bantuan sosial (bansos). Menurut Budi Setyarso, ada persoalan-persoalan serius yang melatarbelakangi terjadinya berbagai permasalahan terkait pengelolaan bansos di lapangan.

“Yang pertama adalah persoalan data. Persoalan yang tak kunjung selesai dari dulu hingga sekarang, bahkan dalam situasi normal sekalipun,” jelasnya.

“Ketika berbicara tentang prestasi, data tentang angka kemiskinan biasanya ditekan sekecil mungkin. Namun ketika bicara tentang penerimaan bantuan, angka digelembungkan menjadi sebesar mungkin,” ungkapnya.

Aktivis sosial, Iman Zanatul, melihat bahwa permasalahan data memang menjadi biang kerok dari carut-marutnya urusan bansos. Dia mengatakan, akurasi data dan ketepatan penyaluran seperti menjadi masalah dalam dalam masalah.

Padahal, rakyat sudah cemas menghadapi pandemi Covid-19. Sudah cemas, rakyat juga harus dirisaukan oleh berbagai permasalahan terkait bansos, dan ditambah pula dengan sikap birokrasi yang dinilai kurang tanggap akan berbagai persoalan yang muncul.

“Pada akhirnya, masyarakat didorong untuk mencukupi kebutuhannya sendiri,” lanjut Iman. Tentang ini, Iman melihat, akhirnya masyarakat di akar rumput bergerak sendiri, bertahan hidup dengan cara mereka masing-masing. (AIJ)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *