Meroket, Harga Daging Ayam di Probolinggo

0
(0)

Probolinggo – Harga kebutuhan mulai melonjak mnjelang Idul Fitri. Harga daging ayam ras atau broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo, Jawa Timur, meroket selama beberapa hari terakhir.

Saat ini harganya mencapai Rp40 ribu per kilogram. “Sebelumnya harga ayam potong berkisar Rp26 ribu sampai Rp28 ribu per kilogram. Kini mencapai Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram,” kata salah seorang pedagang ayam potong, Umi Purwani, di Pasar Baru Kota Probolinggo, Sabtu (16/5).

Menurut dia, kenaikan harga daging ayam menyebabkan sepinya pembeli. Biasanya harga ayam naik menjelang dua atau tiga hari sebelum Lebaran, namun di Kota Probolinggo sudah naik lebih dulu.

“Sekarang harga daging ayam sudah mahal. Para pembeli banyak yang bertanya juga mengapa kok naik, ya memang dari kulakannya segitu,” paparnya.

Sepinya pembeli akibat kenaikan harga daging ayam juga dikeluhkan pedagang lainnya di Pasar Baru Kota Probolinggo, Erni. Ia mengaku biasanya sehari bisa menjual sekitar 40 kilogram daging ayam.

“Pembelinya sepi sekarang dan daging ayam saya baru terjual sekitar 15 kilogram. Padahal biasanya sudah hampir habis saat siang hari. Rata-rata penjualan daging ayam berkisar 30 kilogram sampai 40 kilogram per hari,” tuturnya.

Salah satu distributor ayam potong di Mayangan bernama Totok Hadi menjelaskan telah mendapat pasokan ayam broiler dari Jawa Tengah. Stok di peternak lokal sangat terbatas.

“Jika tidak mengambil dari luar Jawa Timur, stok ayam broiler akan kosong seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya. Ini membuat harga ayam di pasaran tinggi,” tuturnya.



Menurut dia, kenaikan harga daging ayam ras yang tinggi karena distributor mengambil ayam dari luar Jawa Timur karena stok di Probolinggo dan Lumajang masih kosong. Sementara itu, Tim Satgas Pangan Kota Probolinggo melakukan inspeksi ke pasar terkait dengan tingginya harga daging ayam di pasar tradisional tersebut.

“Kenaikan harga itu karena beberapa hari lalu stok ayam broiler untuk Kota/Kabupaten Probolinggo sampai Lumajang di tingkat peternak terbatas,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Pemkot Probolinggo, Sudiman. Ia menjelaskan, hasil pemantauan tim memang ada kenaikan harga di pasar tradisional akibat stok yang terbatas itu, kemudian tim melanjutkan inspeksi ke distributor ayam potong di Mayangan untuk mengetahui penyebab kenaikan harga komoditas ayam tersebut.

“Kebiasaan menjelang lebaran kebutuhan ayam potong akan bertambah dan harga akan mengalami kenaikan. Namun saya memastikan tidak ada penimbunan di tingkat distributor,” ungkapnya. (Ant/AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *