Mengkhawatirkan, Jumlah OTG Covid-19 di Gunung Kidul Terus Bertambah

0
(0)

Gunung Kidul – Penyebaran virus corona (Covid-19) perlu terus diwaspadai. Ini karena makin banyaknnya jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang reaktif Covid-19.

Di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ada 108 orang OTG yang reaktif Covid-19. Ini merupakan tambahan delapan kasus setelah menjalani tes cepat.

“Jumlah OTG yang menjalani tes cepat dan reaktif saat ini mencapai 108 jiwa,” kata Kepala Dinkes Gunung Kidul, Dewi Irawaty, di Gunung Kidul, Sabtu (16/5). Di DIY terdapat tiga kabupaten yang masuk zona merah transmisi lokal, yakni Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul. Wilayah tersebut berpotensi OTG reaktif terhadap virus corona.

Banyaknya kasus OTG justru mengkhawatirkan. OTG akan menyebarkan virus corona tanpa orang tersebut merasa ada gangguan kesehatan sehingga cnderung bebas berkumpul dengan yang lain.

Hingga saat ini terdapat total 24 kasus positif Covid-19 di Gunung Kidul. Penambahan terakhir terjadi pada Rabu lalu dengan tiga kasus baru. Sebanyak 16 pasien positif masih dalam perawatan, 13 pasien di antaranya dirawat di RSUD Wonosari.



Sudah ada 12 pasien sembuh dari total 24 kasus positif Covid-19. Sementara itu, sebanyak 93 dari total 166 spesimen dipastikan negatif Covid-19. Saat ini masih ada 45 spesimen dalam proses laboratorium.

Dewi pun memastikan para OTG yang menjalani karantina mandiri sudah diberi edukasi terkait syarat-syarat penerapan karantina. Ia juga mengatakan sampai saat ini RSUD Saptosari masih bisa dimanfaatkan.

“Saat ini ada sembilan OTG reaktif hasil tes cepat yang menjalani isolasi di RSUD Saptosari. Sedangkan puluhan lainnya menjalani karantina mandiri di kediaman masing-masing,” ujarnya

Terkait penambahan OTG tes cepat reaktif secara simultan selama beberapa hari terakhir, Dewi mengatakan saat ini ada beberapa lokasi yang dipersiapkan menjadi tempat karantina bagi mereka. “Kami sudah memetakan lokasi karantina, tapi saat ini masih melalukan pendekatan kepada masyarakat. Kami berharap segera ada titik terang,” kilahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Saptosari, dr Eko Darmawan, mengatakan RSUD Saptosari juga siap menerima pasien positif Covid-19 jika ada tambahan. Meskipun demikian, rumah sakit itu baru mampu menangani pasien positif dengan gejala ringan. “Selama pembangunan tersebut, kami menjamin aktivitas isolasi OTG tetap bisa dilakukan,” tutur Eko. (Ant/AS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *